WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ketua Umum Kagama Filsafat, Chairis Zubair, memberi pernyataan sikap atas kasus Mario Dandy Satrio kepada media di kompleks UGM, Senin (27/2/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN — Keluarga Alumni Mahasiswa UGM (Kagama) Fakultas Filsafat menuntut adanya reformasi struktural di tubuh Ditjen Pajak. Hal ini menyusul terbongkarnya gaya hidup mewah para pejabat perpajakan.
Ketua Umum Kagama Filsafat, Chairis Zubair menjelaskan kasus kekerasan Mario Dandy Satrio, anak Kabag Umum Kanwil Ditjen Pajak Jaksel II, Rafael Alun Trisambodo, memperlihatkan dengan jelas kepada masyarakat bagaimana keluarga pejabat Ditjen Pajak memiliki harta begitu banyak dan gaya hidup mewah. “Ini menyakiti hati masyarakat,” ujarnya kepada media, Senin (27/2/2023).
Beberapa yang menjadi sorotan seperti jeep Rubicon dan Harley yang kerap dipakai Dandy flexing, aneka mobil mewah di garasi rumah di Simprug, Jakarta dan Timoho, Jogja, kemudian mempunyai perumahan di Manado dan aneka bisnis kuliner, hewan peliharaan mahal Pitbull France, hingga istri yang kerap memamerkan tas-tas yang harganya lebih mahal.
“Ketika masyarakat masih susah dengan kondisi ekonomi yang sulit, maka tentu tak elok jika pegawai pajak, yang notabene dibiayai oleh masyarakat banyak, justru memamerkan gaya hidup mewah yang tak pantas,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kesaksian Warga Timoho Jogja soal Mario Dandy
Dia menilai momentum ini sebagai trigger untuk reformasi struktural di lingkungan Ditjen Pajak. Selama ini, nyaris tidak ada yang mengawasi.
Walau ada Inspektorat Pajak, tetapi kasus Rafael menunjukkan bahwa semua itu tak cukup. Dilaporkan sejak 2012 karena ada banyak transaksi mencurigakan, Rafael baru akan diperiksa setelah kasus penganiayaan David ini mencuat.
Ini menunjukkan bahwa Kemenkeu seolah tumpul untuk menangani kasus di institusinya sendiri. “Jika fenomena ini dibiarkan terus tanpa ada reformasi struktural, kami mengkhawatirkan bias terjadi pembangkangan sipil besar-besaran. Sesuatu yang kita bersama tidak menginginkannya,” kata dia.
Kagama Filsafat menuntut agar Kementerian Keuangan melakukan reformasi struktural yang menyeluruh. Agar tidak ada lagi ruang bagi pegawai pajak untuk menjadi luar biasa kaya dengan cara yang tak patut.
“Kami juga menginginkan Kemenkeu untuk lebih transparan lagi dan melakukan pembatasan internal untuk kewenangan luar biasa yang dimiliki oleh Ditjen Pajak. Kewenangan yang berlebihan cenderung korup, apalagi jika mekanisme pengawasan yang tidak mumpuni dan tidak transparan,” katanya.
Selain kekayaan Rafael, ia juga menuntut KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengusut mengusut harta seluruh petugas pajak di Indonesia. “Pengusutan ini harus dilakukan secara transparan dan pegawai pajak yang melakukan penyelewengan harus ditindak secara tegas,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Harga buyback emas Pegadaian 5 Juli 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri 24. Simak daftar nilai jual kembali terbaru semua ukuran.
Importa Furniture menggelar sunat massal bagi 40 anak untuk memperingati HUT ke-15. Kegiatan menjadi bagian dari program CSR di Sleman.
KONI DIY memperluas kerja sama dengan kampus, lembaga kesehatan, media, dan institusi digital untuk memperkuat pembinaan serta prestasi atlet DIY.
Pameran Galeri Nasional Indonesia di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menghadirkan 28 maestro seni rupa hingga 30 Agustus 2026.
BPBD Sleman mewaspadai kekeringan 2026. Pakem, Tempel, dan Minggir menjadi wilayah dengan distribusi air bersih tertinggi empat tahun terakhir.