Advertisement

Alumni UGM Beradu di Pemilu 2024, Ini Kata Kagama..

Anisatul Umah
Rabu, 18 Januari 2023 - 18:07 WIB
Arief Junianto
Alumni UGM Beradu di Pemilu 2024, Ini Kata Kagama.. Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Semua kandidat calon presiden (Capres) 2024 merupakan lulusan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Melihat fenomena ini sejumlah akademisi yang merupakan bagian dari Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) pun angkat bicara.

Pakar Hukum Tata Negara UGM, Andi Sandi mengatakan sikap khusus dari Kagama adalah tetap memiliki idealisme untuk mendukung siapapun. Meski demikian persaudaraan tetap jadi yang utama, jangan sampai terpecah belah karena Pilpres.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Saya kira khususnya Kagama, kami merupakan bagian. Jangan sampai kemudian kompetisi ini merusak persaudaraan. Prinsipnya siapapun yang dicalonkan dan ini bagian dari kami, siapapun yang jadi," ucapnya dalam diskusi di UGM belum lama ini.

Pakar Politik UGM, Mada Sukmajati menyampaikan berbicara tentang capres dari UGM yang paling strategis saat ini adalah membuat peta pemikiran. Nantinya peta pemikiran ini disampaikan kepada siapapun presiden yang terpilih.

BACA JUGA: Digadang-gadang Jadi Capres di Pillpres 2024, Ganjar: Dah itu Urusan Bu Mega

Opsi ini dia sebut jauh lebih strategis daripada hanya sekedar membicarakan nama. Karena, kata Mada, jika hanya bicara seputaran nama selama itu pula politik programatik tidak akan pernah berkembang. "Kalau bicara UGM yang paling strategis yang harus segera dilakukan adalah membuat peta-peta pemikiran dari Bulaksumur," kata dia.

Lebih lanjut dia menyampaikan, selama ini narasi terkait pemilihan presiden masih berkutat pada nama saja. UGM maupun kampus lain menurutnya punya kewajiban untuk melihat dari sisi gagasan. "Jadi itu menurut saya diskusinya. Ketimbang nama. Kalau nama apalah arti nama," ucap dia.

Sementara itu, Pakar Komunikasi Politik UGM, Nyarwi Ahmad menyampaikan UGM memang selalu ada di dalam pusaran politik. Tidak hanya di 2024, tetapi juga pernah di 1998.  "Pada 2024 juga menurut saya juga harus kerja kolektif untuk sama-sama mengawal itu," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jasad Pasutri asal Karanganyar Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan

News
| Senin, 30 Januari 2023, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement