Konsumsi Pertalite DIY Naik 6-7 Persen Tiap Bulan, Gunungkidul Ajukan Tambahan Kuota
Harianjogja.com, JOGJA—Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Pertalite di DIY mengalami kenaikan sejak Mei 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mengajuk
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun klimatologi Sleman memperkirakan hujan lebat masih akan mengguyur wilayah DIY dua sampai tiga hari ke depan.
BACA JUGA: Lokasi Rawan Genangan Air di Jogja dan Sekitarnya
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun klimatologi Sleman, Etik Setyaningrum mengungkapkan, berdasarkan hasil pengamatan pergerakan Monsun Asia/angin baratan yang membawa uap air hangat dan lembab dalam intensitas kuat di atas wilayah Jawa khususnya DIY.
Pergerakan Monsun Asia berasal dari barat dengan dominansi sifat basah. Alhasil, dalam beberapa hari ini pola angin di atas wilayah DIY terdapat pertemuan angin atau konvergensi yang memicu terjadinya hujan lebat.
"Pertumbuhan awan-awan konvektif pemicu hujan lebat hingga sangat lebat. Diperkirakan akan berlangsung dalam dua sampai tiga hari ke depan," ucapnya dihubungi, Kamis (2/3/2023).
Menurutnya berdasarkan monitoring perkembangan iklim di wilayah DIY pada dasarian III Februari 2023, secara umum wilayah DIY masih dalam periode musim hujan. Diperkirakan sepanjang Maret 2023 curah hujan akan terjadi dengan kriteria menengah sampai tinggi.
"Masyarakat dihimbau agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir bandang, banjir genangan pada dataran rendah di kawasan perumahan maupun lahan pertanian atau perkebunan," ungkapnya
Bagi para petani diimbau untuk mulai menyiapkan pola tanam sesuai dengan kondisi tersebut agar tidak mengalami gagal panen.
"Senantiasa memperbarui informasi iklim di wilayah DIY melalui media sosial BMKG," jelasnya.
Kepala Kelompok Foreskater BMKG YIA Romadi menyampaikan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer mengidentifikasi potensi curah hujan masih tinggi. Diperkirakan dua sampai tiga hari ke depan masih akan diguyur hujan.
Potensi hujan dan angin kencang pada Kamis (2/3/2023) diperkirakan terjadi di Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara. Sementara pada Jumat, (3/3/2023) potensi hujan diperkirakan terjadi di Sleman, Kota Jogja, Bantul bagian Utara, Kulonprogo bagian Utara, dan Gunungkidul.
"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi." katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Pertalite di DIY mengalami kenaikan sejak Mei 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mengajuk
Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Selasa 22 September. Indonesia tampil di 17 cabor, termasuk bulu tangkis beregu putra dan putri.
IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 jelang RDG BI. Simak area support IHSG dan rekomendasi saham BIPI, IRSX, GDST, serta SMRA.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Banjir bandang menerjang kompleks perkantoran Bupati Solok. Kantor PUPR, kesehatan, BKD hingga DPRD terdampak, warga juga dievakuasi.
Lebih dari 1.600 karyawan Apple Italia mogok kerja saat peluncuran iPhone 18 Pro. Serikat pekerja menuntut perbaikan kondisi kerja.