Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN — DIY telah memasuki awal musim hujan. Pada dasarian kedua Oktober ini DIY sedah memasuki awal musim hujan.
Kepala Kelompok Foreskater BMKG YIA, Romadi, Kamis (13/10/2022) menuturkan, “Awal musim hujan ini indentik dengan cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang disertai kilat, petir dan angin kencang bahkan hujan es dan dan angin kencang."
Bencana hidrometeorologi menurutnya sudah terjadi pada Selasa lalu, berupa hujan lebat yang disertai angin kencang mengakibatkan pohon roboh menipa rumah di wilayah Sleman di kapanewon, Godean, Mlati dan Minggir, juga di kabupaten Kulon Progo yang menyebapkan Longsor, pohon tumbang di kapanewon Kalibawang dan Samigaluh.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, anomali suhu muka laut wilayah Laut Jawa dan Samudera Hindia selatan Jawa berkisar 1-3 derajat celcius dengan Indeks ENSO di Nino 3,4: -0,64 yang berarti signifikan terhadap peningkatan hujan di wilayah Indonesia.
BACA JUGA: BLT BBM di Sleman Gagal Disalurkan ke 1.757 Penerima, Ini Alasannya..
Hal ini didukung adanya wilayah belokan angin atau shearline menyebabkan perlambatan massa udara sehingga memicu peningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah DIY.
“Profil vertikal kelembapan udara yang relatif cukup tinggi mencapai 90 persen dan labilitas lokal yang cukup kuat turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan,” katanya.
BMKG DIY memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk beberapa hari ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Garebeg Mulud Be 1960/2026 di Kraton Jogja digelar sederhana tanpa gunungan dan iring-iringan prajurit. Tradisi tetap dipertahankan.
BPBD mencatat 336 karhutla membakar 428,46 hektare lahan di Palangka Raya pada 1 Juni-24 Agustus 2026.
Job fair khusus disabilitas digelar di BLK Wates, Kulonprogo, 27 Agustus 2026. Sebanyak 10 perusahaan membuka 161 posisi pekerjaan.
Mantan Ketua Dewan Kebudayaan Sleman, Dwijo, mendorong Taman Budaya Sleman menjadi pusat informasi komprehensif potensi budaya.
Regrouping SDN Hargomulyo ditolak warga. DPRD Kulonprogo meminta Disdikpora, sekolah, dan wali murid duduk bersama mencari solusi.