Eko Suwanto: Maulid Nabi Muhammad SAW Momentum Perkuat Semangat Persatuan Bangsa
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan sekaligus meneladani akhlak mulia Rasulullah.
Rektor UAJY, Yoyong Arfiadi dan Vice Managing Director Yayasan Dokter Peduli, Tutu Utomo Nuradi, menandatangani dokumen kerja sama, di kompleks UAJY, Selasa (7/3/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) tengah mempersiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran. Sembari menunggu proses perizinan, UAJY bekerja sama dengan Yayasan Dokter Peduli untuk menjawab tantangan pemerataan dokter di Indonesia.
Rektor UAJY, Yoyong Arfiadi, menjelaskan UAJY telah mempersiapkan Fakultas Kedokteran sejak 2017 dan mengajukannya ke Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti). pada 2022 dibuka moratorium baru, sehingga UAJY harus memasukkan proposal yang baru.
“Distribusi dokter dan kebutuhan dokter di Indonesia masih kurang, sehingga kami ingin berkontribusi kepada pemerintah untuk mendidik dokter-dokter yang bermutu, walaupun bukan perguruan tinggi yang sangat top, tapi kami memperhatikan penjaminan mutu,” ujarnya, Selasa (7/3/2023).
Pendidikan kedokteran di UAJY menurutnya sangat strategis, mengingat mayoritas mahasiswa UAJY merupakan mahasiswa asal luar DIY yang tersebar dari seluruh daerah di Indonesia. Sehingga dengan Fakultas Kedokteran di UJAY, diharapkan lulusannya dapat mengisi kekurangan distribusi dokter di Indonesia.
BACA JUGA: Eks Wali Kota Jogja Haryadi Minta Dipenjara di Sukamiskin
“Kalau nanti sudah ada Fakultas Kedokteran, mahasiswa kami bisa ikut bersama Yayasan Dokter Peduli, untuk memberi pelayanan kesehatan di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh dokter-dokter saat ini,” kata dia.
Adapun progress pembukaan Fakultas Kedokteran di UAJY, saat ini sudah mendapat visitasi dan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan. Ia berharap UAJY dapat diberi kesempatan untuk mendidik calon dokter yang akan berkontribusi untuk pelayanan kesehatan di Indonesia.
“Saya kira Yayasan kami, Slamet Riyadi Yogyakarta, kebetulan didirikan oleh funding father yang bukan keluarga atau perorangan, sehingga komitmen untuk pendidikan yang bermutu sangat kuat. Fasilitas-fasilitas sudah disiapkan oleh Yayasan dan universitas,” kata dia.
Vice Managing Director Yayasan Dokter Peduli, Tutu Utomo Nuradi, mengatakan merasa sangat terhormat untuk diberi kepercayaan dan bekerja sama dalam memberi pelayanan kesehatan. “kami harap kerja sama ini tidak seumur jagung, tapi dapat terus berlanjut,” ungkapnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan sekaligus meneladani akhlak mulia Rasulullah.
Dishub DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas di tiga zona saat aksi unjuk rasa. Simak ruas terdampak dan jalur alternatifnya.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Kamis 27 Agustus 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback.
Apindo mendorong RUU Ketenagakerjaan menyeimbangkan perlindungan pekerja, kepastian hukum, produktivitas, dan daya saing usaha.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
ATR/BPN menyiapkan PTSL dan sertifikasi lintas sektoral untuk mendukung target 3 juta rumah MBR pada 2026-2027.