RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi atlet difabel./Antara
Harianjogja.com, BANTUL — Pemkab Bantul melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) tahun ini menganggarkan Rp1,2 miliar untuk pembinaan atlet difabel. Anggaran tersebut diberikan dalam bentuk dana hibah melalui National Paralympic Committee (NPC) Bantul.
Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko mengatakan tahun lalu instansinya telah menyerahkan dana hibah ke NPC sebesar Rp750 juta. Dana tersebut untuk pembinaan atlet sekaligus untuk bonus atlet yang mengikuti ajang Pekan Paralympic Daerah (Peparda) DIY yang dihelat 1-9 September 2022 lalu. Sementara untuk tahun ini meningkat menjadi Rp1,2 miliar.
“Berdasarkan proposal yang diajukan ke kami sebesar Rp1,2 miliar. Kami anggarkan melalui anggaran perubahan tahun ini Rp1,2 miliar untuk bonus plus pembinaan atlet,” katanya saat ditemui di Parasamya, kompleks Pemkab Bantul, Rabu (8/3/2023).
BACA JUGA: Difabel DIY Berlatih Memproduksi Podcast
Isdarmoko mengatakan uang pembinaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat para atlet untuk berkembang dan berprestasi sehingga bisa membawa nama baik Bantul. Terlebih atlet difabel dari Bumi Projotamansari ini dalam ajang Peparda sudah tiga kali berturut-turut meraih juara umum. Diharapkan dalam Peparda dua tahun mendatang juga bisa meraih juara umum.
Meski demikian, Isdarmoko mengakui ada kesenjangan dalam pemberian bonus untuk atlet Pekan Olahraga Daerah (Porda) dengan atlet Peparda.
Sekadar diketahui atlet Porda dapat bonus khusus dari Pemkab melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bantul. Sementara atlet Peparda tidak ada bonus khusus. Bonus atlet Peparda hanya dianggarkan melalui anggaran rutin tahunan NPC.
“Kami akomodasi dari NPC mengajukan [anggaran]. Kami sudah berusaha silahkan buat rinciannya walau tidak persis dengan Porda tapi meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut Isdarmoko menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya tengah menyiapkan atlet yang akan berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar (Popda) DIY yang akan dihelat pada 14-18 Maret mendatang. Selain itu atlet Peparperda juga tengah disiapkan.
Sementara itu pembinaan untuk atlet terus dilakukan melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Penjaskes di semua Sekolah Luar Biasa (SLB). Pihaknya tidak ingin dalam ajang kejuaraan setiap cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan tidak hanya asal comot seperti di daerah lain, namun diharapkan berdasarkan kualitas hasil pembinaan dari sekolah masing-masing.
Ketua NPC Bantul, Yulianto sebelumnya mengatakan meski Bantul tampil sebagai juara umum dalam Peparda tahun lalu dan bisa mengharumkan nama baik Bantul, namun masih ada ganjalan karena bonus yang diberikan minim, jauh dari nilai yang diperoleh atlet Porda.
Menurut Yulianto atlet yang mendapat medali emas dalam ajang Porda dapat bonus Rp15 juta, sementara dalam Peparda hanya Rp5 juta. Hal itu karena atlet Porda ada anggaran bonus tersendiri dari Pemkab Bantul. Sementara Peparda tidak ada, hanya mengandalkan anggaran rutin dari NPC.
Tahun lalu, NPC Bantul mendapat anggaran rutin kegiatan Rp750 juta. Dana tersebut sebagian besar sudah terserap untuk kegiatan pelatihan jelang Peparda hingga tali asih untuk para atlet. Sementar atlet Porda mendapat anggaran bonus tersendiri selain dari anggaran rutin melalui KONI Bantul
Pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk memberikan bonus besar kepada para atlet karena keterbatasan anggaran, “Harapannya kepada Pemkab Bantul ada kesetaraan dalam pemberian bonus bagi atlet Porda maupun Peparda, karena sama-sama mengharumkan nama baik Bantul,” kata Yulianto.
“Kita berusaha mendidik atlet [difabel] kalau tak ada apresiasi takutnya pada keluar,” tandas Yulianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.