Spanyol Comeback, Taklukkan Inggris 3-2 di Wembley
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Kegiatan Festival Budaya di Bantaran Sungai Winongo, Pringgokusuman, Kota Jogja, Minggu (19/3/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Kampung Notoyudan, Kelurahan Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Jogja menggelar Festivasl Budaya bertajuk Mbangun Gumregah Mbangun Kutha, Minggu (19/3/2023). Kegiatan itu digelar untuk meningkatkan daya Tarik wisata terhadap bantaran sungai yang sudah tertata rapi.
Ketua Panitia Festival Budaya Sigit Parwanto menjelaskan kegiatan itu diisi dengan kirab budaya yang menampilkan berbagai kesenian dan hasil bumi dari warga sekitar. Kirab tersebut mengelilingi kampung sekitar bantaran Sungai Winongo sekaligus untuk mengenalkan berbagai budaya yang berkembang di masyarakat.
BACA JUGA : Ubah Sungai Winongo Jadi Asri, Warga Pringgokusuman
“Smeua warga mengikuti dan semangatnya sangat tinggi dalam kegiatan ini, keliling kampung dengan berbagai kesenian budaya di pinggiran Winongo,” kata Sigit.
Ia mengatakan melalui festival budaya tersebut warga memiliki harapan agar ke depan masyarakat menyadari bahwa bantaran sungai yang selama ini sering dicap kumuh namun saat ini sudah bersih. Selain itu warga sekitar sudah memiliki kesadaran memelihara lingkungan mulai dari hal kecil dengan tidak membuang sampah ke sungai.
“Sejak dibangun oleh Pemkot Jogja, saat ini warga sangat antusias berkegiatan di bantaran sungai dan mereka berkomitmen menjaga kebersihan sungai karena sekarang sudah bersih dan menarik,” katanya.
Selain itu, Sigit memiliki harapan melalui festival tersebut bantaran Winongo di kampungnya dapat dikenal masyarakat untuk dapat dikunjungi sebagai destinasi wisata sungai. Dengan berbagai fasilitas yang telah tersedia, ia meyakini sungai bisa menjadi alternatif tujuan wisata bagi masyarakat.
BACA JUGA : Bersihkan Sungai, Warga Tegaskan Sungai Jadi "Halaman
“Harapan kami demikian bisa menjadi alternatif destinasi wisata,” ujarnya.
Selain itu, festival juga untuk menguatkan potensi budaya dan ekonomi kampung sekaligus menjadi media untuk membangun kolaborasi antar pemangku kepentingan dan komunitas. Muaranya untuk mewujudkan budaya bermukim yang aman sehingga dapat memperkuat Keistimewaan DIY.
“Kegiatan ini menampilkan upacara dengan tajuk bebakal, cecikal dan tetinggal untuk menggambarkan keberhasilan dan harapan dalam mewujudkan keamanan bermukim bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Kota Jogja. Selain itu ada pelaku UMKM juga terlibat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Wellnesia mengembangkan wellness tourism di Jogja dengan memadukan aktivitas kesehatan, budaya Jawa, komunitas, dan kepedulian terhadap alam.
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.
Taj Yasin mencari terobosan pembiayaan hijau bagi IKM Jateng karena biaya awal teknologi ramah lingkungan masih mahal.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.