BPBD Sleman Waspadai Lahar Dingin Merapi dan Angin Kencang
BPBD Sleman mewaspadai banjir lahar dingin Merapi, angin kencang, banjir, petir, dan longsor menjelang musim hujan.
Masyarakat, DLHK DIY, FKWA, dan Komisi C DPRD DIY melakukan kegiatan bersih sungai di Sungai Winongo, Senin (12/12/2022)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA — Sejumlah warga Kelurahan Bener, Kemantren Tegalrejo, bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Komisi C DPRD DIY, Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) melakukan bersih sungai bentuk kepedulian terhadap kebersihan sungai, Senin (12/12/2022).
Radhita Matardi Wicaksono, Subkoordinator Kelompok Substansi Pengendalian Pencemaran Air, Udara, dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLHK DIY mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya mengedukasi masyarakat untuk menjaga sungai.
Menurut Radhita, sungai menjadi "halaman" bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Dengan menyadari hal tersebut, menurut Radhita, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk menjaganya. “Kalau sampah di sungai kan yang rugi mereka [warga sekitar sungai] juga, efeknya bisa banjir,” katanya.
Dia berharap kegiatan membersihkan sungai dapat dilakukan masyarakat secara rutin, tidak hanya pada momen tersebut. “Harapan kami tidak hanya momen saat bersih sungai, tetapi di kemudian hari, ada kerja bakti yang dilakukan setiap bulan,” katanya.
Radhita mengatakan DLHK DIY pernah melakukan pemantauan terhadap kualitas air Sungai Winongo. Hasilnya, kondisinya cemar sedang ke berat.
“Dari sini, harapannya sungai bebas sampah, sampah ada andil untuk mencemari sampah. Harapan kami masyarakat bisa menyelesaikannya [sampah] sendiri,” kata Radhita.
BACA JUGA: Warga Jogja Punya Kesadaran Tinggi Menunda Punya Anak
Radhita mengatakan, selama ini program DLHK DIY masih belum merambah masyarakat. “Kami belum menjamah ke masyarakat [programnya], nanti tahun depan ada yang menjamah ke masyarakat, ke IPAL Komunal. Nanti kami cek, sebelum melakukan pembinaan kami survei mana yang belum masuk baku mutu. Apakah sudah jalan atau sudah masuk hambatannya apa,” kata Radhita.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA), Endang Rohijani menyatakan kegiatan bersih sungai sengaja dilakukan dengan melibatkan masyarakat. Harapannya, masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan sungai.
“Kalau masyarakat sendiri yang terlibat dalam kegiatan bersih sungai, mereka akan lebih peduli, nanti ada kepedulian dan rasa tanggungjawab bersama untuk menegur masyarakat yang buang sampah disitu,” katanya.
Endang juga tidak menampik kualitas air sungai yang menurun. Menurutnya, berdasarkan penelitian yang ia lakukan, limbah rumah tangga, dan sejumlah usaha yang berada di pinggir sungai menjadi penyebabnya.
“Banyak limbah rumah tangga yang di tengah sana [letak rumah di tengah pemukiman penduduk] malah memasukkan septic tank ke saluran air hujan. Masyarakat yang di tengah kadang kesulitan membuat Instalasi Pengolahan Air LImbah [IPAL], di tengah kan susah lahan [terbatas jumlah lahan]. Lahannya terbatas, jadi masyarakat di tengah kadang memasukkan limbahnya ke saluran air hujan, saluran air hujan masuk ke sungai,” katanya.
Di Sungai Winongo sendiri, menurut Endang, beberapa limbah berasal dari limbah rumah tangga, limbah pabrik tahu dan peternakan sapi yang limbahnya dibuang ke sungai.
Anggota Komisi C DPRD DIY Widi Sutikno kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi budaya masyarakat untuk peduli terhadap kondisi sungai.
“Bersih kali terkait perilaku, budaya, dan kehidupan masyarakat. Usulan untuk menambah volume [rutinitas kegiatan bersih sungai] baik sekali, ini menjadi masukan di Dewan untuk bekerja sama dengan DLHK DIY. Syukur-syukur merti kali menjadi kegiatan dari Dana Keistimewaan,” katanya.
Kegiatan bersih sungai kali ini melibatkan 30 warga RW 3, Kelurahan Bener, Kemantren Tegalrejo, dengan area jangkauan sekitar 1 km di sekitar Ruang Terbuka Hijau Kelurahan Bener. Kegiatan bersih sungai kali ini menjadi kegiatan ke 12 kalinya, setelah sebelumnya dilakukan di 11 titik lain di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman mewaspadai banjir lahar dingin Merapi, angin kencang, banjir, petir, dan longsor menjelang musim hujan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.
Pemerintah menargetkan revisi keempat aturan DHE SDA rampung akhir November 2026, termasuk relaksasi konversi valas ke rupiah hingga 100%.