Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Kota Jogja dinilai punya kesadaran yang tinggi untuk menunda memiliki anak. Tingkat pertumbuhan penduduk yang terkendali baik untuk tata kota.
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja menilai kesadaran penduduk di wilayahnya cukup tinggi dalam merencanakan kelahiran anak. Kondisi ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang berada di angka 0,98 persen dengan rata-rata per keluarga mempunyai 1,2 anak.
"Sebetulnya menunda saja, kesadaran untuk merencanakan memiliki anak cukup tinggi. Setelah menikah, pasangan langsung ada rencana kapan mau punya anak. Itu terlihat dari pertumbuhan penduduk 0,98 persen dan jumlah rata-rata anak yang 1,2 per keluarga," kata Kepala DP3AP2KB, Edy Muhammad, Senin (12/12/2022).
Fenomena perencanaan untuk memiliki anak itu juga didukung dengan persentase keikutsertaan program keluarga berencana (KB) yang cukup tinggi di Jogja. Dari 89.092 jumlah keluarga di Jogja, 40% adalah pasangan usia subur. Sebanyak 36.000 adalah peserta KB aktif.
"Masih banyak pula yang pakai pola mandiri. Cukup besar juga angkanya. Mulai dari yang tradisional atau yang inisiatif dengan alat kontrasepsi lain," ujar dia.
BACA JUGA: Belajar Kelola Sampah dari Cara Cerdas Kalurahan Panggungharjo
Edy menjelaskan fenomena ini cukup penting untuk wilayah Jogja yang tidak terlalu luas dan berdampak pada kepadatan area yang masih bisa ditanggulangi. Tingkat pertumbuhan penduduk yang tidak terlalu signifikan membuat mobilitas masyarakat di Jogja tidak terlalu tinggi, terkecuali pada masa libur panjang dan masa akhir pekan.
Namun, Edy menyebut penduduk di Jogja masih punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan berkaitan dengan tingkat pemerataan pendidikan antara laki-laki dan perempuan. Menurut dia masih ada ketimpangan pendidikan antara laki-laki dan perempuan, khususnya pada jenjang sarjana dan magister.
"Bila dilihat dari sebaran pendidikan, sampai dengan SLTA antara laki-laki-laki dan perempuan seimbang. S1 dan S2 mulai lebih banyak laki-laki," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.