Advertisement
Rencana Pengoperasian Trans Jogja ke Gunungkidul, Ini Hasil Kajian Tarifnya
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepastian beroperasinya Trans Jogja dengan rute Jogja-Wonosari belum diketahui hingga sekarang. Meski demikian, sudah ada kajian terkait dengan besaran tarif untuk sekali jalan yang harus dibebankan ke penumpang.
Kepala Bidang Angkutan dan Terminal, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Sigit Wijayanto mengatakan, ada keseriusan untuk menambah rute Trans Jogja ke Gunungkidul. Wacana ini diinisiasi oleh Komisi C DPRD DIY.
Advertisement
Guna mewujudkan wacana ini, sudah dilakukan kajian lengkap dengan kegiatan survei yang melibatkan 400 responden. Menurut dia, salah satu kajian menyangkut dengan besaran tarif saat moda transportasi ini dioperasikan.
Diperkirakan tarif untuk operasional Trans Jogja ke Wonosari sebesar Rp20.000 sekali jalan. Namun, tarif ini dianggap oleh ratusan responden terlalu mahal karena kemampuan bayarnya hanya Rp7.000.
Adanya selisih sebesar Rp13.000 antara tarif normal dengan kemampuan bayar Masyarakat, maka ada opsi pemberian subsidi oleh Pemerintah DIY. Hasil dari kajian diperkirakan besaran subsidi yang diberikan mencapai Rp13 miliar dalam setahun.
“Memang besar subsidi yang harus dikeluarkan. Jadi, mengenai tarif masih harus dikaji secara mendalam,” kata Sigit.
Meski demikian, ia belum bisa memastikan kapan operasional rute baru Trans Jogja ke Gunungkidul. Pasalnya, keputusan berada di tangan Pemerintah DIY bersama-sama dengan DPRD DIY.
“Yang jelas Masyarakat tidak menolak adanya wacana ini karena menginginkan moda transportasi yang nyaman dan tepat waktu,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, ide membuka jalur baru Trans Jogja dengan rute Jogja-Wonosari sudah muncul sejak awal 2025. Wacana ini sudah ditindaklanjuti dengan pembuatan kajian serta pembahasan di DPRD DIY.
“Penentu kebijakan jadi tidaknya rute baru ke Gunungkidul berada di tangan anggota DPRD DIY. Tapi, kami berharap bisa direalisasikan untuk memberikan layanan transportasi ke Masyarakat,” kata Irawan.
Dukungan ini juga tidak lepas dari hasil kajian yang melibatkan korespondensi dari Masyarakat yang meminta adanya ketepatan waktu dalam pelayanan. Di sisi lain, juga sudah ada kajian tentang jumlah armada yang dipersiapkan.
Berdasarkan kajian tersebut, dibutuhkan sekitar 25 armada untuk mendukung pengoperasian rute baru Jogja-Wonosari. Meski demikian, sambung Irawan, tidak semua armada dioperasikan serentak karena jadwal pengoperasikan disesuaikan dengan jam-jam sibuk.
Menurut Irawan, jam sibuk saat pagi mulai pukul 06.00-08.00 dan sore pukul 15.00-18.00 WIB akan dioperasikan sebanyak 18 armada. Sedangkan pada saat waktu normal atau off peak hanya diterjunkan delapan armada.
“Off peak ini berlangsung siang hari, sehingga untuk efektivitas operasional juga dilakukan penyesuaian jumlah armada yang diturunkan,” katanya.
BACA JUGA: Jajaran Direksi Pertamina Patra Dirombak, Mantan Dirjen Migas Jadi Wakil Direktur
Dalam pembahasan rute baru ini juga melibatkan pihak organda, khususnya pemilik PO bus yang melayani rute Jogja-Wonosari. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada masalah dalam pengoperasian Trans Jogja yang dimiliki oleh Pemerintah DIY.
“Tetap akan dilibatkan dan nanti seperti apa partisipasinya masih butuh koordinasi dan pembahasan lanjutan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Fee 5 Persen dan Ancaman Mutasi Terkuak di Sidang Abdul Wahid
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
Advertisement
Advertisement







