UMK Gunungkidul 2026 Rp2,46 Juta, Berapa Besaran Tahun Depan?
Komisi D DPRD Gunungkidul berharap UMK 2027 disesuaikan dengan biaya hidup, kemampuan perusahaan, dan formula pengupahan yang berlaku.
Pedagang beras saat beraktivitas di Pasar Bantul, Senin (7/7/2025).
Harianjogja.com, BANTUL—Harga beras di sejumlah daerah mengalami kenaikan signifikan. Sementara di Bantul, kenaikan harga juga terjadi meski hanya tipis.
Adapun, terkait dengan stok, Pemkab Bantul mengaku sejauh ini masih aman, khususnya untuk kebutuhan masyarakat selama masa libur sekolah.
“Kalau stok di Bantul masih aman. Tadi kami juga sempat bertemu pihak Bulog, mereka menyatakan ketersediaan beras mencukupi. Tetapi memang harga ada sedikit kenaikan beberapa hari ini,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Prapta Nugraha, Senin (7/7/2025).
Prapta menyebut harga beras premium berdasarkan pemantauan terakhir berada di kisaran Rp13.750 per kilogram, naik dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sebesar Rp12.875. Menurutnya, kenaikan harga ini kemungkinan dipicu oleh peningkatan permintaan dari sektor hotel, restoran, dan UMKM yang turut menggeliat selama masa libur sekolah.
BACA JUGA: Beragam Produk Emas di Galeri 24 Pegadaian Hari Ini Turun hingga Rp15.000 per Gram
“Ini baru masa tanam kembali, sebelumnya petani baru saja panen, jadi kami prediksi ketersediaan beras di Bantul tetap terjaga,” kata dia.
Sementara, Ari, salah satu pedagang beras di Pasar Bantul, juga mengonfirmasi adanya sedikit kenaikan harga. Menurutnya, harga beras premium saat ini berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp13.800 per kilogram, tergantung jenis.
“Kenaikannya sekitar Rp200 per kilogram dibanding minggu lalu, tapi permintaan tetap stabil,” kata Ari.
Dia menyebut, meskipun stok di lapak pasar mulai menipis, pasokan masih lancar dari gudang di wilayah Imogiri.
Ari mengaku mampu menjual hingga 4 kuintal beras per hari di Pasar Bantul. Dia pun optimistis stok dari gudang masih bisa menutup kebutuhan pasar jika permintaan meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi D DPRD Gunungkidul berharap UMK 2027 disesuaikan dengan biaya hidup, kemampuan perusahaan, dan formula pengupahan yang berlaku.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.
FCD mendesak polisi menarik pasukan, menghentikan kekerasan, dan membuka jalur evakuasi bagi massa aksi di sekitar Malioboro dan DPRD DIY.