Groundbreaking PSEL Jogja Ditarget Juni 2026
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar di SD Muhammadiyah Sapen, beberapa waktu lalu. ist-SD Muhammadiyah Sapen
Harianjogja.com, JOGJA—Tingginya kepercayaan orang tua terhadap kualitas sekolah dasar swasta di Jogja melahirkan fenomena baru dalam dunia pendidikan. SD Muhammadiyah Sapen kini mencatat daftar inden siswa baru hingga tahun ajaran 2032–2033, bahkan diikuti calon peserta didik yang usianya baru hitungan bulan.
Kepala SD Muhammadiyah Sapen, Agung Rahmanto, menjelaskan daftar inden siswa baru atau penitipan akta saat ini telah mencapai tahun ajaran 2032–2033. Untuk angkatan tersebut, tercatat 148 calon siswa, sementara pada angkatan-angkatan sebelumnya jumlah penitip telah melampaui 450 anak per tahun.
“Penitip akta termuda saat ini kelahiran 30 November 2025. Ada juga yang tanya ke kami lewat sosial media, anaknya masih di dalam kandungan dan lahir April nanti, boleh titip nama tidak. Mohon maaf, untuk penitipan itu kami mewajibkan ada akta dan KK,” ujarnya, Senin (19/1/2025).
Agung menuturkan, proses masuk ke SD Muhammadiyah Sapen tidak melalui tes seleksi. Dengan animo masyarakat yang tinggi, mekanisme penerimaan dilakukan sejak satu tahun sebelum tahun ajaran berjalan melalui skema penitipan dokumen, bukan pendaftaran resmi.
“Karena tidak ada seleksi, maka kami membuka penitipan akta dan KK, belum pendaftaran. Masyarakat yang menitipkan akta dan KK tidak dipungut biaya apa pun. Awalnya penitipan hanya menerima anak usia 6 tahun,” ungkapnya.
Seiring meningkatnya minat, batas usia tersebut kemudian dihapus karena banyak orang tua menitipkan akta anak di bawah usia enam tahun. Setiap angkatan kini mencatat jumlah penitip dua kali lipat dari kuota yang tersedia, yakni 230 siswa.
Dalam mekanisme seleksi, sekolah memprioritaskan calon siswa yang lebih dahulu mendaftar dan telah memenuhi usia masuk SD, yakni tujuh tahun. Anak berusia enam tahun masih dapat diterima dengan syarat memiliki kecerdasan istimewa yang dibuktikan melalui surat rekomendasi psikolog.
“6 tahun bisa diterima manakala memiliki kecerdasan Istimewa yang dibuktikan dengan surat dari psikolog,” katanya.
Menurut Agung, tingginya minat masyarakat lahir dari pendekatan pendidikan yang berfokus pada pengembangan potensi anak sejak dini. SD Muhammadiyah Sapen mengelola latar belakang siswa yang heterogen dengan layanan digitalisasi, pengembangan bakat-minat, literasi, serta pembentukan karakter.
“Bibit yang masuk sangat heterogen. Kami berikan layanan digitalisasi, pengembangan bakat-minatnya, literasi dan karakter,” ujarnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa siswa SD Muhammadiyah Sapen hanya berasal dari keluarga mampu. Sekolah menyediakan subsidi bagi 10 persen siswa kurang mampu melalui skema subsidi silang dan program Orang Tua Asuh.
“Kami punya prinsip pendidikan untuk semua. Orang dari keluarga kurang mampu, kalau kami bisa membantu ya kami bantu. Ini yang namanya subsidi silang melalui program Orang Tua Asuh,” katanya.
Meski animo terus meningkat, sekolah tidak berencana menambah kuota siswa. Agung menegaskan jumlah rombongan belajar harus tetap mematuhi ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Kami harus patuh terhadap peraturan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, bahwa satuan pendidikan dibatasi jumlah rombelnya. Kami sudah paling optimal, tidak bisa lagi menambah rombel,” ungkapnya.
Kondisi ini membuat antrean masuk SD Muhammadiyah Sapen menjadi cermin baru dinamika pendidikan dasar di Jogja, di mana kepercayaan publik terhadap mutu sekolah mendorong orang tua merencanakan masa depan anak jauh sebelum usia sekolah tiba, termasuk melalui penitipan akta kelahiran sejak bayi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.