Advertisement
Budi Daya Kedelai Hitam di Gunungkidul Mencapai 68 Hektare
Kedelai hitam. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul hingga sekarang tercatat ada luasan budi daya kedelai hitam seluas 68 hektare. Komoditas ini dinilai lebih prospektif ketimbang kedelai biasa karena memiliki harga jual yang lebih mahal.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, komoditas kedelai hitam sebenarnya sudah ada lama. Namun, keberadaannya jarang ditanam oleh petani karena memilih komoditas kedelai yang lain atau tanaman pangan lainnya.
Advertisement
“Sebenarnya sudah ada sejak dulu, tapi mulai dibudidayakan lagi sekarang,” kata Rismiyadi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/7/2025).
Dia menjelaskan, tahun ini ada lahan seluas 68 hektare yang ditanam kedelai hitam. Adapun lokasinya tersebar di sejumlah kapanewon seperti Panggang, Semanu, Paliyan hingga Karangmojo. “Sudah dipanen dengan kapasitas produksi mencapai satu ton per hektarenya,” ungkapnya.
Meski produktivitas kalah dengan tanaman pangan lainnya, namun upaya pengembangan budidaya kedelai hitam akan terus dilakukan. Terlebih lagi, dari sisi harga, keberadaanya juga memiliki nilai jual yang tinggi ketimbang jenis kedelai biasa atau berwarna kuning.
Menurut dia, harga kedelai hitam bisa menembus Rp12.000 per kilogram. Sedangkan, untuk kedelai biasa di kisaran Rp9.000an per kilogram.
“Yang terpenting lagi, ini sudah ada koperasi yang menaungi dan siap menampung hasil panen. Setelah itu, akan dikirimkan ke Perusahaan pembuat kecap sehingga petani tidak repot-repot untuk memasarkannya,” kata Rismiyadi.
BACA JUGA: Pekerja Seks Komersial Bermunculan di Sekitar IKN, Ditertibkan Satpol PP
Ia berharap luas tanam kedelai hitam bisa terus ditingkatkan ke kapanewon lainnya. Pihaknya pun siap memberikan pendampingan dalam proses pemeliharaan tanaman melalui penyuluh-penyuluh pertanian yang dimiliki.
“Tentu akan kami berikan pendampingan agar tanaman dapat tumbuh subur sehingga panennya dapat dioptimalkan,” katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono menambahkan, luas tanam kedelai terhitung kecil dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya seperti padi, kacang hingga jagung. Menurut dia, banyak petani yang enggan menanam karena pemeliharaan kedelai lebih sulit ketimbang tanaman lainnya.
“Memang ancaman serangan hamanya lebih banyak sehingga perawatan lebih rumit ketimbang tanaman pangan lainnya. Tapi kami tetap berupaya agar luas tanam dapat ditingkatkan di setiap tahunnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
Advertisement
Advertisement






