Sampah Visual di Jogja Harus Ditertibkan, Jangan Tunggu Laporan Warga
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Tangkapan layar serpihan kaca akibat pelemparan kaca jendela KA Sancaka mengenai penumpang. /TikTok.
Harianjogja.com, JOGJA—Media sosial dihebohkan dengan aksi pelemparan terhadap gerbong kereta api (KA) Sancaka hingga kaca jendela pecah mengenai penumpang. Hingga saat ini pelaku pelemparan belum tertangkap.
Dalam video yang beredar di lini masa, penumpang KA Sancana tersebut duduk di Gerbong 2 Eksekutif Nomor 4C 4D. Terekam kamera detik-detik penumpang tersebut sedang membaca buku, namun tiba2 kaca jendela pecah dan serpihannya mengenai wajah penumpang.
Pelemparan batu di Kereta Api (KA) 88F Sancaka relasi Jogja-Surabaya Gubeng yang dilempar baru saat melintas diantara Stasiun Klaten dan Stasiun Srowot pada Minggu (6/7/2025).
BACA JUGA: Fantastis! Polisi Minta Tambah Anggaran Rp63,7 Triliun untuk 2026
Manager Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih menyampaikan pihaknya masih mencari pelaku pelemparan batu tersebut.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan Polres Klaten, penelusuran, penyelidikan dan koordinasi dengan warga sekitar untuk menelusuri pelaku," katanya pada Selasa (8/7/2025).
Atas tindakan tersebut, pelaku bisa diancam dengan Pasal 194 ayat 1 KUHP yang menyatakan barangsiapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum, yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau teem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.
Dua orang korban yang merupakan warga Surabaya telah dilarikan ke RS Triharsi. Kemudian korban pun telah menjalani perawatan lanjutan di RS wilayah Surabaya.
"[Korban] Ada luka-luka di bagian wajah karena terkena serpihan kaca kereta dan sudah dilakukan rawat jalan, keadaannya sudah membaik," katanya.
Saat ini gerbong kereta tersebut pun masih dilakukan perawatan. Pihaknya pun masih mendalami kualitas material kaca jendela kereta api tersebut apakah sesuai standar. Untuk mengantisipasi kejadian serupa pihaknya melakukan patroli di jalur rawan, dan menambah CCTV untuk melakukan pemantauan di jalur rawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Prabowo targetkan BUMN dipangkas jadi 250 perusahaan. Lebih dari 750 BUMN akan ditutup demi efisiensi dan transparansi.
Sejarah! 8 wakil Afrika lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026. Rekor baru, lampaui 2014 & 2022. Maroko, Kongo, & lainnya siap mengguncang fase gugur!
Messi cetak rekor 7 laga beruntun di Piala Dunia 2026 usai bawa Argentina menang 3-1 atas Yordania dan incar Sepatu Emas.
Penelitian mengungkap hubungan jumlah anak dengan penuaan biologis, namun stres, gaya hidup, dan dukungan sosial juga berperan besar.
Dari 9 wakil Asia di Piala Dunia 2026, hanya Jepang dan Australia yang lolos 32 besar, sisanya tersingkir di fase grup.