13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Tangkapan layar penutupan patung Bunda Maria di Lendah, Kulonprogo./Istimewa
Harainjogja.com, JOGJA—Jogja Police Watch (JPW) meminta kepolisian tidak gampang kalah oleh kelompok mana pun yang berusaha melakukan tindak intoleransi. Sebagai alat negara, menurut JPW, kepolisian harus tegas.
Kasus penutupan patung Bunda Maria di Lendah, Kulonprogo, menurut JPW, adalah pelajaran penting bagi kepolisian, khususnya Polres Kulonprogo untuk mengevaluasi kinerjanya.
Kadiv Humas JPW Baharuddin Kamba menjelaskan evaluasi yang perlu dilakukan adalah antisipasi agar hal serupa tidak terulang kembali dengan melakukan pertemuan rutin bersama kelompok masyarakat setempat tentang pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama.
BACA JUGA: Duduk Perkara Penutupan Patung Bunda Maria: Penjelasan Polisi Serta Pengakuan Warga dan Saksi Mata
“Kan di kepolisian ada namanya bimbingan masyarakat atau binmas, itu harus diperkuat,” ucap Kamba, Jumat (24/3/2023).
Jogja yang dikenal dengan slogan city of tolerance, jelas Kamba, jangan sampai tercorong hanya dengan perkara tersebut. “Kepolisian sebagai alat negara tidak boleh kalah dan tidak boleh takut terhadap kelompok manapun yang melakukan tindakan intoleransi kepada siapa pun,” katanya.
Kamba menyinggung permintaan maaf Kapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarini.
“Tidak hanya cukup permintaan maaf dari Kapolres Kulonprogo atas dugaan kesalahpahaman anggotanya dalam menulis narasi laporan kegiatan namun anggota yang diduga gagal paham perlu diberi sanksi berupa pembinaan oleh pimpinannya,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.