Blue Food Jadi Kunci Ketahanan Pangan Indonesia pada 2050
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Yuli Sri Wilanti meninjau kebun pembibitan bawang dan salak yang terdapat di Kapanewon Kalasan, Turi, dan Pakem suai rakor pada Rabu (29/3/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Rapat koordinasi dan diskusi teknis peningkatan produktivitas dan ekspor komoditas hortikultura digelar Pemkab Sleman bersama Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Pengembangan produktivitas salak jadi sorotan dalam rapat ini.
Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yuli Sri Wilanti mengatakan perkebunan salak yang dalam kondisi baik baru mencakup 500 hektare dari total 3.000 hektare kebun yang ada. Yuli menilai harus ada perhatian khusus dalam pengembangan produksi salak.
"Melalui pertemuan ini kami bisa menyamakan persepsi, apa masalah yang dihadapi oleh petani," ujar dia, Rabu (29/3/2023).
Tak hanya pemetaan masalah yang dihadapi petani salak, masih ada beragam aspek yang jadi perhatian Yuli dalam pengembangan produksi salak. Dia menyoroti peremajaan pohon untuk ekspor.
"Dalam konteks salak, perlu didiskusikan kembali terkait peremajaan pohon salak untuk ekspor karena salak adalah salah satu buah unggulan Kabupaten Sleman," lanjutnya.
Sebagai gambaran, Yuli menuturkan salah satu tantangan dalam peningkatan produksi buah nasional adalah kurangnya lahan. Belum lagi persoalan perubahan iklim, biaya logistik yang tinggi, hingga laju alih fungsi lahan yang tak terkendali. Hal ini disebut Yuli dapat mengancam kualitas dan kuantitas hasil produksi pertanian.
Kendati banyak problem yang menjadi ancaman, Yuli optimistis masih ada peluang peningkatan buah nasional melalui beberapa cara. Misalnya melalui edukasi terhadap masyarakat untuk mengonsumsi buah lokal. Selain itu, perlu kolaborasi dengan off taker dan kemitraan.
"Sampai dengan [cara] peningkatan pengelolaan kebun buah dengan implementasi teknologi tepat guna," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa berterima kasih atas dukungan yang diberikan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengenai peningkatan produktivitas dan ekspor komoditas hortikultura di Sleman. Danang berharap diskusi tersebut dapat memperluas peluang dalam pengolahan hingga pemasaran komoditas holtikultura produksi Sleman.
"Kami harap diskusi ini dapat menghasilkan solusi dan manfaat bagi para petani di Kabupaten Sleman. Banyak masukan mulai dari pengolahan hingga pemasaran hasil pertanian di Kabupaten Sleman yang diharapkan dapat meningkat hasil pertanian begitu pula untuk kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Di sisi lain, Danang juga mendorong para petani maupun perangkat daerah yang hadir dalam rakor untuk memanfaatkan sesi diskusi ini untuk menambah wawasan dan peluang dalam pengembangan komoditas hortikultura. Sesai sesi diskusi, Danang Maharsa bersama Yuli Sri Wilanti terjun ke lapangan untuk meninjau produktivitas komoditas holtikultura di kebun pembibitan bawang dan salak yang terdapat di Kapanewon Kalasan, Turi, dan Pakem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.