Hadeging Pakualaman Diperingati 2 Kali di 2026, Ini Rangkaian Acaranya
Hadeging Pakualaman 2026 diperingati dua kali karena kalender Masehi dan Jawa. Ada lomba seni, budaya, aksara Jawa, hingga tradisi.
Konferensi pers BMKG DIY secara daring, Jumat (31/3/2023)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mewanti-wanti masyarakat agar waspada potensi kekeringan pada musim kemarau.
Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG DIY, Reni Kraningtyas menyampaikan berdasarkan rilis terbaru, awal musim kemarau diperkirakan dasarian II dan III/April 2023.
Pada dasarian II/April 2023 beberapa wilayah yang sudah memasuki awal musim kemarau di antaranya Kabupaten Kulonprogo di Kapanewon Nanggulan dan Sentolo. Kabupaten Sleman di Kapanewon Minggir dan Moyudan, serta Bantul di Kapanewon Sedayu dan Pajangan.
Sementara untuk dasarian 3/April 2023 beberapa wilayah yang memasuki musim kemarau di antaranya Kabupaten Kulonprogo di Kapanewon Girimulyo, Kokap, Pengasih, Temon, Wates, Panjatan, dan Galur.
BACA JUGA: Kemarau di Jogja Diprediksi Awal Mei, BMKG: Lebih Kering dan Panas, Waspada Krisis Air
Kemudian pada dasarian I/Mei 2023 hampir semua wilayah di DIY memasuki musim kemarau. Di Kabupaten Kulonprogo meliputi Kapanewon Samigaluh, Kalibawang, Lendah, dan seluruh Kabupaten Sleman kecuali Kapanewon Minggir dan Moyudan.
"Potensi kekeringan pada musim kemarau karena akan terjadi fenomena El-Nino, ini berdampak pada pengurangan intensitas curah hujan sehingga kemarau lebih kering," ucapnya dalam konferensi pers secara daring, Jumat (31/3/2023).
Sementara puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada Juli dan Agustus 2023, tetapi lebih dominan Agustus 2023. Pada Juli 2023 hanya sebagian kecil di Kabupaten Kulonprogo, Kapanewon Nanggulan dan Sentolo. Kabupaten Sleman meliputi Kapanewon Minggir dan Moyudan. Kabupaten Bantul meliputi Kapanewon Sedayu dan Pajangan.
"Perlu waspada dan antisipasi kekeringan pada puncak musim kemarau. Kami harap informasi ini disebarkan agar masyarakat umum dan petani bisa tahu kapan akan kemarau dan puncak kemarau, sehingga bisa menyesuaikan musim tanam," jelasnya.
Atas potensi kekeringan ini, BMKG meminta kepada Dinas PU dan BPBD sudah bersiap. Menjaga debit air tetap mengaliri kawasan pertanian. Sementara BPBD, kata Reni, biasanya melakukan dropping air bersih. Kesiapan khususnya di wilayah yang kerap kering seperti Gunungkidul dan lainnya. "Kami berharap pemangku kepentingan mengantisipasi sedini mungkin. Masyarakat umum terus melakukan update informasi cuaca dan iklim dari BMKG DIY. Sehingga bisa diantisipasi sedini mungkin."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hadeging Pakualaman 2026 diperingati dua kali karena kalender Masehi dan Jawa. Ada lomba seni, budaya, aksara Jawa, hingga tradisi.
Kondur Gangsa 2026 digelar malam ini di Keraton Jogja. Simak titik pengalihan arus lalu lintas dan jam pemberlakuannya.
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.
Video pencopotan logo Bank Mandiri di gedung Jakarta viral di tengah polemik rekening Mas Botok yang mendapat sorotan publik.
Nezar Patria menyoroti tantangan AI dalam peradilan, terutama autentikasi bukti digital, sekaligus manfaatnya membantu administrasi kasus.
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta atlet muda Piala Raja 2026 menjunjung sportivitas, unggah-ungguh, dan semangat “Aku Iso”.