Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi./IST
Harianjogja.com, JOGJA—Indeks Daya Saing Daerah Berkelanjutan (IDSDB) menempatkan DIY sebagai peringkat pertama dalam pilar tata kelola pemerintahan berkelanjutan. Skor DIY menempati posisi puncak dengan nilai 77,93 dimana lebih unggul dari Kalimantan Barat dan Bali.
Indikator penilaian IDSDB pilar tata kelola pemerintahan yang menempatkan DIY sebagai peringkat pertama tersebut antara lain akuntabilitas aktor, transparansi sistem, hingga partisipasi publik dalam pembuatan kebijakan. IDSDB bertujuan mengukur capaian keberhasilan daerah dalam penguatan daya saing secara berkelanjutan dimana indeks tersebut disusun secara independen oleh Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah.
BACA JUGA : DIY Borong Penghargaan, Raih Sakip Predikat AA .
Pejabat Sekda DIY Wiyos Santosa menjelaskan keberhasilan DIY dalam IDSDB menunjukan kinerja Pemda DIY sudah teruji secara sistem pemerintahannya. Hasil indeks 2022 tersebut tidak mengejutkan karena dalam banyak penghargaan Pemda DIY memang sudah banyak berprestasi, misalnya soal transparansi aktor pemerintahan juga posisi teratas. “Dalam reformasi birokrasi kami mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian 13 kali berturut-turut,” jelasnya, Minggu (2/4/2023).
Wiyos menyebut secara otonomi daerah DIY berhasil menciptakan sistem dan tata kelola yang akuntabel dan transparan. Partisipasi publik dalam perumusan kebijakan di Pemda DIY secara nasional juga cukup tinggi, artinya secara sistem sudah mapan dengan hasil yang baik.
Sistem pemerintahan yang mapan tersebut, jelas Wiyos, perlu didukung oleh aktor-aktor pejabat publik yang mumpuni. “Kalau sistemnya sudah baik tinggal yang menjalankan harusnya bisa baik, besar harapan Sekda baru nanti yang terpilih bisa melanjutkan pemerintahan tersebut bersama membantu Gubernur,” terangnya.
BACA JUGA : Pemda DIY Raih Penghargaan PR Indonesia Awards 2023
IDSDB memiliki tiga pilar lain, jelas Wiyos, yaitu pilar lingkungan lestari, ekonomi berkelanjutan, dan inklusi sosial. “Pemda DIY baru unggul di tata kelola pemerintahannya, kedepan tiga pilar lain harus bisa dicapai dengan baik,” ujarnya.
Invasi kebijakan dan layanan publik, lanjut Wiyos, jadi kunci memperbaiki tiga pilar lain tersebut. “Harapannya Sekda baru yang nantinya terpilih ini bisa memberikan inovasi-inovasi untuk mengimbangi pilar lain dalam indeks tersebut karena tiga pilar lain itu juga penting sebagai acuan untuk pembangunan DIY yang lebih berkelanjutan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.