PBB Gunungkidul Tembus Rp17,8 Miliar, Jatuh Tempo 30 September
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Ilustrasi salah satu agen di Gunungkidul menyalurkan gas melon ke salah satu pangkalan di salah satu warung kelontong di Kalurahan Kalitekuk, Semin./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul akan mengajukan tambahan kuota gas elpiji tiga kilogram (gas melon) sebesar 5%. Langkah ini sebagai upaya menjaga kebutuhan di masyarakat pada saat perayaan Idulfitri.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan untuk stok gas melon pada saat sekarang tidak ada masalah. Pasalnya, kuota yang dimiliki masih mencukupi dan distribusi ke masyarakat juga berjalan dengan lancar. “Untuk sekarang tidak ada masalah karena dengan kuota yang ada masih mencukupi,” katanya kepada wartawan, Senin (3/4/2023).
Meski demikian, dia tetap bakal meminta tambahan pasokan untuk persiapan perayaan Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, jelang perayaan kebutuhan gas di masyarakat meningkat s non subsidi.sehingga butuh diantisipasi agar tidak menimbulkan kelangkaan di masyarakat. “Kami minta tambahan 5% dari kuota biasanya,” katanya.
BACA JUGA: Siap-Siap! Uji Coba Pembatasan Beli LPG 3 Kg Dimulai 2023
Selain upaya penambahan stok, juga akan melakukan pengawasan di lapangan guna memastikan penyaluran dapat tepat sasaran. Sesuai dengan peruntukan gas bersubsidi ini hanya diperuntukan bagi keluarga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil.
Adapun masyarakat mampu serta pengusaha rumah makan berskala besar diwajibkan memakai gas non subsidi. “Upaya pengawasan akan dilakukan secara berkala,” katanya.
Selain itu, Dinas Perdagangan Gunungkidul juga berencana melakukan operasi pasar mendekati Lebaran. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berjadwal di berbagai titik. “Operasi menyasar kebutuhan pokok seperti beras, gula dan minyak. Kami juga terus melakukan pemantauan harga di pasaran,” katanya.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Asih Wulandari menambahkan, pihaknya komitmen untuk memastikan kebutuhan pokok di masyarakat saat Hari Raya Idulfitri bisa tersedia. Salah satunya memastikan ketersediaan gas untuk rumah tangga tetap tersedia pasokannya.
“Makanya kami ajukan tambahan kuota sebanyak 5%. Mudah-mudahan bisa disetujui sehingga tidak ada kelangkaan pada saat perayaan,” katanya.
Dia menjelaskan, kuota gas melon di Gunungkidul sebanyak 16.141 metrik ton. Jatah ini didistribusikan setiab bulan ke berbagai penyalur resmi. Adapun harga jual masih sesuai dengan ketetuan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.500 per tabugnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Regrouping SDN Hargomulyo ditolak warga. DPRD Kulonprogo meminta Disdikpora, sekolah, dan wali murid duduk bersama mencari solusi.
Dinsos Sleman mengimbau warga memperbarui data desil melalui Perlinsos sebelum 31 Agustus 2026. Ada 2.940 agen di 86 kalurahan.
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Pesawat Cassa TNI AU tergelincir di runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin pada Selasa, 25 Agustus 2026.