Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Suasana Talkshow The Captain bertajuk Kekerasan Jalanan, Akar Masalah, dan Solusi Berkesinambungan pada Rabu (5/4/2023)/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Sekretaris Daerah (Sekda) Jogja Aman Yuriadijaya menjelaskan punya strategi jangka panjang dan pendek untuk menyelesaikan masalah kekerasan jalanan atau klitih. Strategi tersebut melibatkan multisektor dan holistik dimana peran orang tua juga diminta untuk ditingkatkan.
Aman menjelaskan akar masalah klitih adalah kenakalan remaja. “Klitih atau kekerasan jalanan ini kan sebenarnya kenakalan remaja yang di setiap daerah ada, karena terjadinya di jalanan maka identiknya klitih,” jelasnya, Rabu (5/4/2023) dalam Talkshow The Captain yang diselenggarakan Harian Jogja.
Kenakalan remaja, jelas Aman, faktor penyebabnya banyak. “Terutama pola pengasuhan dan pendidikan khususnya pendidikan karakter,” katanya.
Strategi jangka panjang yang dilakukan Pemkot Jogja, lanjut Aman, dilakukan dengan membedah salah persepsi siswa di Jogja. “Klitih ini jadi populer karena dianggap oleh remaja sekarang sebagai capaian yang keren menurut mereka ini keliru dan harus diluruskan bersama, makanya perlu dilakukan program bersama untuk memberikan ruang aktualisasi yang lebih tepat apa yang disebut keren itu mestinya yang berprestasi,” terangnya.
Aman menyebut berbagai sektor di Pemkot Jogja sudah memberikan ruang aktualisasi seperti Pusat Desain dan Inovasi Nasional (PDIN). “Sudah ada ruang itu di PDIN untuk menggali minat bakat yang tentu saja hasilnya nanti meningkatkan produktivitas bersama,” jelasnya.
Tak hanya strategi jangka panjang, sambung Aman, langkah jangka pendek juga telah dilakukan Pemkot Jogja. “Sudah jelas ada Perwal Jam Malam bagi Anak, penegakan aturan tersebut juga rutin dilakukan, artinya ini tiap malam dilakukan Satpol PP Jogja bersama petugas lainnya,” ujarnya.
Langkah jangka pendek, menurut Aman, dilakukan dengan prinsip pencegahan. “Diatur jam malam anak tidak boleh beraktifitas diluar rumah jam 22.00 sampai 04.00 WIB itu kan langkah pencegahan, tapi memang ternyata aturan ini kurang disadari masyarakat sehingga perlu disosialisasikan lebih gencar lagi,” terangnya.
BACA JUGA: Mengapa Pemda DIY Kekeh Stadion Mandala Krida Tidak Rusak?
Sosialisasi aturan jam malam, terang Aman, terus dilakukan berbagai pihak. “Dari Disdikpora, Dinas Perlindungan Anak, sampai Satpol PP Jogja ini sekarang gencar mensosialisasikan aturan ini. Makanya peran orang tua di sini agar terus mengawasi anaknya agar di rumah kalau malam untuk mencegah klitih,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat