WhatsApp Rilis Fitur Username, Chat Tak Perlu Bagikan Nomor
WhatsApp menghadirkan fitur username yang memungkinkan pengguna mengobrol tanpa membagikan nomor telepon. Reservasi dibuka mulai pekan ini.
Lokasi daycare Little Aresha. /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta mendapat perhatian serius. LPSK turun langsung melakukan pendampingan korban dan membuka akses pelindungan serta pemulihan.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban mengambil langkah proaktif dalam menangani dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga, asesmen korban, serta penelaahan potensi ancaman terhadap korban dan informan.
Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati, menyatakan langkah tersebut bertujuan memastikan hak korban terpenuhi, termasuk akses restitusi dan layanan pemulihan.
Dalam pertemuan bersama perwakilan orang tua korban di Kantor Perwakilan LPSK Yogyakarta, ia memaparkan skema pelindungan yang dapat diakses korban, dengan pendampingan dari UPT PPA Kota Yogyakarta.
Terkait proses hukum, LPSK juga berkoordinasi dengan Polresta Yogyakarta untuk mendorong pembukaan posko pengaduan guna menjangkau lebih banyak korban, mengingat belum seluruh kasus masuk tahap penyidikan.
“Para orangtua korban diharapkan dapat diberi atensi oleh Polresta atas dibukanya posko pengaduan penerimaan pelaporan dan tidak dibatasi dengan syarat visum et repertum sebagai ukuran sebagai korban. Hal tersebut karena banyak korban yang sudah tidak ada bekas luka fisiknya, tetapi mengalami trauma psikologis yang mendalam karena perlakuan kekerasan yang diterima dalam waktu yang lama,” ujar Sri Suparyati dilansir Antara, Selasa (5/5/2026).
Ia mengungkapkan korban dalam kasus ini terdiri dari anak usia balita hingga taman kanak-kanak, termasuk anak-anak yang sudah tidak lagi berada di daycare tersebut. Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami gangguan kesehatan seperti pneumonia, bronkitis, hingga stunting.
Berdasarkan data awal, LPSK telah menerima 13 permohonan dari lima keluarga korban. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dibukanya akses pelaporan yang lebih luas.
Untuk mendukung pemulihan korban, LPSK menggandeng berbagai pihak, antara lain UPT PPA, KPAID, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta organisasi advokat, guna memastikan layanan medis, psikologis, dan pendampingan hukum berjalan terpadu.
LPSK menegaskan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan pelindungan menyeluruh, termasuk memfasilitasi penghitungan restitusi sebagai hak korban dalam kasus kekerasan anak di daycare Yogyakarta. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan sistem pelindungan anak sekaligus memastikan penanganan kasus dilakukan secara komprehensif dari aspek hukum hingga pemulihan korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
WhatsApp menghadirkan fitur username yang memungkinkan pengguna mengobrol tanpa membagikan nomor telepon. Reservasi dibuka mulai pekan ini.
Komisi D DPRD DIY membuka peluang kolaborasi dengan kalangan perguruan tinggi untuk menyusun konsep Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) yang lebih kuat.
Janice Tjen lolos ke babak kedua Wimbledon 2026 usai kalahkan unggulan ke-22 Leylah Fernandez. Ia akan hadapi Daria Kasatkina dan berduet dengan Aldila Sutjiadi
Gelombang panas Eropa: 1.300 tewas, Jerman 41,7°C. BMKG jelaskan penyebab dan dampaknya. Indonesia tak alami heat wave, tapi tetap waspada!
Harga ayam di Jogja turun hingga Rp25 ribu/kg, tapi penjualan masih lesu karena permintaan melemah saat MBG libur.
Disdikpora Kota Yogyakarta Perkuat Karakter Generasi Muda Lewat Gerakan Bersih, Kesehatan Mental, dan Wirausaha