Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Rohadi, 63, seorang penambang pasir asal Dusun Miri, Kalurahan Timbulharjo Kapanewon Sewon, Bantul, meninggal dunia setelah tenggelam di Dam Sungai Miri, kapanewon setempat, Sabtu (8/4/2023).
BACA JUGA: Belasan Perahu Tiap Hari Angkut Pasir Ilegal di Pesisir Bantul
Korban meninggal diduga karena memaksakan diri bekerja mencari pasir meski dalam kondisi sakit.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, dua orang saksi Niko Santana dan Alan Saputra sedang memancing di sungai tersebut dengan jarak tidak jauh dari korban mencari pasir.
“Di saat memancing tersebut, saksi melihat ada orang di samping sampan tepat di bawah jembatan Miri sedang naik turun di permukaan air,” katanya.
Saksi mengira korban sedang mencari pasir sehingga tidak menghiraukan. Selang beberapa saat, saksi melihat sampan sudah terbawa arus sungai ke arah selatan. Namun, orang yang ada di sekitar sampan tidak ada. Karena merasa curiga, saksi kemudian memberitahukan ke warga atas kejadian tersebut.
Saksi bersama warga kemudian mencari korban di tempat semula yang terlihat naik turun di permukaan sungai.
“Saat pencarian tersebut saksi melihat tubuh seseorang dalam posisi telungkup tidak bergerak di air sungai,” ujarnya.
Atas temuan tersebut, warga kemudian menghubungi Polsek Sewon.
Jajaran Polsek Sewon disusul tim Inafis Polres Bantul dan tim medis dari Puskesmas Sewon I tiba di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, dalam tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka akibat penganiayaan maupun luka akibat benda lainnya.
Menurut tim medis, kata Jeffry, korban meninggal kurang dari tiga jam. Atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima peristiwa itu sebagai musibah. Polisi pun menyerahkan jasad korban kepada keluarga untuk dimakamkan.
Lebih lanjut Jeffry mengatakan bahwa berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban saat itu dalam kondisi sakit perut namun tetap memaksakan diri menambang pasir di sungai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.