Hasil Buruk PSS Sleman, Pieter Huistra Tegaskan Mental Pemain Aman
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memastikan mentalitas pemain tetap terjaga meski menelan dua kekalahan beruntun di Super League.
Aktivitas penambangan pasir di kawasan pesisir pantai selatan Bantul-Ist
Harianjogja.com, BANTUL--Penambangan pasir pantai yang diduga ilegal masih terjadi di pesisir selatan Bantul. Bila tidak segera ditindak tegas, dikhawatirkan lingkungan dan habitat asli penyu akan rusak.
Panewu Kretek, Cahyo Widodo menuturkan jumlah penambang pasir yang ada di kawasan pantai jauh lebih berkurang dari sebelumnya. Hal itu karena dipulangkannya sejumlah penambang pasir ahli yang kebanyakan berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur. "Sebelumnya penambang-penambang itu mendatangkan tenaga dari Bojonegeoro. Itu sudah kami stop, karena penambang dari Bojonegoro itu penambangnya super, dia bisa menyelam sampai dalam. Itu sudah kami kurangi, jadi sudah berkurang jumlahnya penambang," tegasnya pada Senin (12/4/2021).
Aktivitas penambangan seharusnya sudah berhenti di kawasan Kretek. Cahyo menuturkan saat rapat sosiasliasi pengembangan Jembatan Kretek 2 di Balai Desa Parangtritis sudah disampaikan aktivitas penambangan harus berhenti jika proyek sudah mulai. "Setelah ada pembangunan jembatan maka penambangan dihentikan," terangnya.
BACA JUGA: Gelombang Pemudik Diperkirakan Tiba di Jogja 2 Pekan Sebelum Lebaran
"Itu sudah berkurang dari yang kemarin. Dulunya katakanlah levelnya besar, berkurang dengan dikurangi orang Bojonegroo, sekarang berkurang lagi, sudah enggak banyak lagi sebelum ada pembangunan jembatan. Sekarang kan sandaran juga tidak ada, sandaran untuk penambangan," tuturnya.
Cahyo akan menyampaikan temuan adanya penambangan pasir ke Satpol PP DIY untuk ditindaklanjuti. "Kalau legal ilegalnya bukan dari Kapanewon yang mengeluarkan perizinan. Bukan kewenangan dan bukan ranah kami. Jadi ini kita sebagai bahan koordinasi kita dengan Satpol PP DIY selaku yang menguasai soal itu," tegasnya
Seorang warga Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Murtijo mengatakan penambangan pasir pantai dilakukan penambang dengan mengeruk pasir di area gumuk pasir pemisah Laguna Pantai Samas dengan laut selatan. Murtijo khawatir penambangan akan merusak kawasan hutan mangrove dan gumuk pasir dekat laguna yang menjadi habitat bertelur penyu. "Setiap hari ada belasan perahu yang menambang gumuk pasir. Tepatnya disisi barat muara Sungai Opak," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memastikan mentalitas pemain tetap terjaga meski menelan dua kekalahan beruntun di Super League.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.