Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Rencana pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) oleh Pemkot Jogja di Gunungkidul dibatalkan. Pembatalan karena berbagai aspek, terutama sosial masyarakat di lokasi pembangunan TPST yang belum menerima sepenuhnya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja menilai aspek anggaran dan transportasi juga menjadi sebab pembatalan pembangunan TPST di Gunungkidul. “Secara anggaran, pengadaan tanah ternyata cukup besar juga sehingga memberatkan anggaran,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Jogja, Ahmad Haryoko, pada Selasa (11/4/2023).
Haryoko membeberkan, jarak Gunungkidul dan Kota Jogja juga jadi alasan pembatalan rencana tersebut. “Jaraknya jauh juga, perhitungan kami butuh waktu dua jam perjalanan, karena harus lewat pinggiran Wonosari yang lebih memutar karena angkutan sampah,” jelasnya.
Warga sekitar di rencana lokasi pembangunan TPST, jelas Haryoko, juga belum sepenuhnya mendukung. “Aspek sosial ini bagi kami yang paling penting, tanpa penerimaan yang baik tentu kemungkinan ke depan ada masalah. Ini jadi point penting agar dihindari,” katanya.
Kini prioritas Pemkot Jogja, lanjut Haryoko, mengurangi produksi sampah yang dibawa ke TPST Piyungan. “Sejak tahun ini gerakan dan upaya pengendalian sampah yang sudah kami lakukan. Hasilnya ada penurunan [volume] sebanyak 53 ton sampah perhari, dari sebelumnya 282 ton tiap hari ke TPST Piyungan sekarang jadi 230 ton,” ujarnya.
Haryoko menargetkan pada September mendatang produksi sampah Kota Jogja yang diangkut ke TPST Piyungan di bawah 200 ton perhari. “Ke depan kami menyesuaikan kapasitas TPST Piyungan juga karena perhari maksimal masuk 500 ton untuk Bantul, Jogja, dan Sleman. Kami diberi kapasitas 200 ton saja, lalu Sleman juga 200 ton, dan Bantul 100 ton, ini yang kami prioritaskan,” terangnya.
Target 200 ton perhari, sambung Haryoko, untuk Jogja cukup realistis. “Kami optimis bisa memanfaatkan itu, buktinya sudah kami lakukan dari Januari sampai April ini, kami juga himbau masyarakat Jogja untuk berpartisipasi dengan upaya-upaya yang sudah kami susun bersama dari pemilahan sampah sampai tidak membuang sampah anorganik,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
RD Kongo umumkan skuad Piala Dunia 2026, Yoane Wissa jadi andalan. Simak daftar lengkap pemainnya di sini.
BPS DIY catat pengangguran turun jadi 3,05% pada Februari 2026, jumlah pekerja dan angkatan kerja meningkat.
Austria rilis skuad Piala Dunia 2026. Arnautovic dan Alaba kembali, ada pemain naturalisasi baru.
KAI Daop 6 tutup dua perlintasan liar di Jogja demi keselamatan. Total 41 jalur ilegal ditutup sejak 2023.
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.