Saat Perajin Wayang Kian Langka, Subandi Tetap Menyalakan Tradisi
Subandi Giyanto tetap melestarikan lukisan kaca dan tatah sungging di Bantul sambil mencetak generasi baru lewat pelatihan gratis.
Suasana diskusi kelompok terpimpin yang diselenggarakan oleh BPS DIY untuk mengukur IDI di wilayah setempat, Kamis (13/4/2023). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY sedang menyusun Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) untuk wilayah setempat. Pengukuran yang sudah dilakukan sejak 2009 ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur kualitas demokrasi di wilayah Jogja sebagai bagian dari pembangunan.
Plh Kepala BPS DIY Soman Wisnu Darma menyebutkan, pengukuran IDI juga bermanfaat bagi perencanaan pembangunan politik di daerah. Data yang dihasilkan mampu menunjukkan indikator yang kurang berkembang dan butuh penanganan.
BACA JUGA : Sukarelawan Lembaga Pengembangan Demokrasi
"Sekarang penyusunan IDI DIY masuk ke tahap diskusi kelompok terpumpun bersama sejumlah stakeholder setelah sebelumnya diadakan review suratkabar dan review dokumen," ujarnya dalam DKT di Hotel Grand Rohan, Kamis (13/4/2023).
Pada tahap DKT itu pihaknya mengundang sejumlah stakeholder di antaranya partai politik, akademisi, organisasi keagamaan, media massa, aparat pemerintah dan juga aparat kepolisian. Petugas akan melakukan konfirmasi ulang terhadap temuan data yang disajikan.
"Ini untuk mengecek apa data yang dicakup sudah benar atau perlu dikonfirmasi ulang," ujarnya.
Metode pengukuran IDI sejak 2020 silam sudah berubah. Dari yang sebelumnya menggunakan tiga aspek 11 variabel kini menjadi tiga aspek dan 22 indikator. Ketiganya yakni politik, ekonomi, dan sosial. Pengukuran juga memasukkan aspek kebebasan (liberalization) dan kesetaraan (equalization).
"Nilai IDI DIY selaku menempati lima besar, artinya kondusif," ucap dia.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol DIY Bagas Senoadji mengatakan, dalam perkembangannya sejak 2009 sampai 2021 IDI DIY mengalami fluktuasi. Pada 2021 skor IDI DIY turun 0,38 poin dari 81,59 jadi 81,21. Walaupun masuk dalam kategori tinggi, tetapi secara skor turun dan ranking DIY naik satu posisi ke ranking tiga secara nasional di bawah DKI Jakarta di posisi pertama dan Jatim kedua.
"Pada 2022 sudah kami kumpulkan data, ada beberapa temuan yang belum diklarifikasi agar tidak berdampak negatif pada nilai IDI DIY. Harapan kami DIY bisa mempertahankan bahkan menaikkan ranking secara nasional," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Subandi Giyanto tetap melestarikan lukisan kaca dan tatah sungging di Bantul sambil mencetak generasi baru lewat pelatihan gratis.
Kaspersky mengingatkan pentingnya melakukan putus digital setelah hubungan berakhir. Simak langkah-langkah melindungi akun, data pribadi, dan privasi dari akses
Timnas Indonesia vs Kamboja: Kemenangan bawa Garuda naik ke peringkat 117 FIFA dan jaga asa lolos semifinal Piala AFF 2026.
Xiaomi rilis update keamanan Juli 2026 untuk 58 perangkat. Cek daftar HP yang kebagian update dan segera pasang untuk perlindungan data Anda!
UAD membuka lowongan kerja dosen tetap dan tenaga kependidikan 2026. Tersedia 19 formasi di Fakultas Hukum, Kedokteran, administrasi, dan sistem administrator.
Kraton Yogyakarta mendorong museum bertransformasi menjadi ruang belajar yang interaktif dan inklusif bagi anak-anak melalui penyelenggaraan Gya!Dolan Sesarenga