Viral Mobil Pelat Merah Halangi Ambulans di Demakijo, Ini Klarifikasi Pemkab Sleman
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Ilustrasi demokrasi./nigerianeye.com
Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan volunteer atau sukarelawan dan pengurus Lembaga Pengembangan Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Ademos Indonesia mengikuti psikotes. Langkah ini dilakukan agar masing-masing volunteer dan pengurus bisa ditempatkan sesuai bidangnya.
Direktur Ademos Indonesia, Muhammad Kundori mengatakan tujuan psikotes ini untuk mengetahui minat dan bakat para pengurus dan volunteer Ademos sesuai dalam bidangnya. "Ketika mereka berada di pos atau divisi tertentu, pilihan mereka tidak keliru. Mereka pun dapat mengembangkan potensinya dengan optimal sesuai dengan minat dan bakatnya," kata usai kegiatan, Sabtu (28/1/2023).
BACA JUGA : Pemilu 2024 Wajib Menjadi Pesta Demokrasi yang Berbudaya
Psikotes tersebut bermula dari kegelisahan para pengurus yang mengaku belum optimal dalam mengembangkan potensi minat dan bakat pada diri mereka. Mereka kerap kali kurang bersemangat ketika menjalankan aktivitas sehari-hari. "Semangat dan daya juang mereka sering menurun. Padahal, mereka ingin sekali mengembangkan potensinya agar kelak bisa meraih sukses seperti orang lain," katanya.
Ia berharap, hasil assessmen psikotes tersebut dapat menjadi stimulan bagi para pengurus dan sukarelawan dalam menjalankan tugas dan aktivitasnya sehari-hari. "Kami berharap mereka dapat berdaya dan mengembangkan potensinya dengan optimal dalam bidang ekonomi sesuai dengan cita-citanya," katanya.
Kundori berharap lembaganya ikut serta meningkatkan kualitas demokrasi pedesaan melalui pengembangan good govermance dan partisipasi masyarakat dalam isu-isu publik. “Ademos Indonesia juga memiliki cita-cita meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kapasitas ekonomi masyarakat pedesaan yang berkualitas, merata dan berkelanjutan," ujar Kundori.
Dewan Pengawas Ademo Indonesia, Profesor Pratikno menambahkan lembaga ini dibentuk untuk mendukung lembaga pemerintahan dan bisnis dalam meningkatkan peran desa sebagai basis pengembangan demokrasi. Juga, peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan bersinambungan.
BACA JUGA : DIY Ingin Terapkan Demokrasi Modern, seperti Apa Bentuknya?
Manajer Kanta Digital Konsultan Psikologi Amin Al-Adib mengatakan ada berbagai tips bagaimana cara mengenali potensi pengembangan diri. Mulai dari mengenali karakter dan kepribadian para audiens. Setiap organisasi dan lembaga, karakter dan kepribadian masing-masing pengurus dan anggotanya tentu berbeda-beda.
"Jangan jadikan perbedaan itu sebagai hambatan. Sebaliknya, perbedaan itu sebuah keniscayaan. Kuncinya adalah saling memahami, mengerti, dan menyadari satu sama lain. Kami bisa saling bersinergi dan berkolaborasi sesuai dengan keahlian yang kita miliki,” ujar dosen Psikologi Universitas Proklamasi 45 Jogja ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Antam mengusulkan seluruh penjual emas dan perak wajib melaporkan data penjualan ke Ditjen Pajak agar kewajiban berlaku secara merata.
Kelok 23 Bantul-Gunungkidul ditutup lagi 20 September 2026 setelah uji coba sepekan untuk evaluasi lalu lintas dan kondisi pembangunan.
PSIM Jogja memilih bertahan di Surabaya setelah melawan Persebaya demi menjaga kebugaran pemain sebelum menghadapi Madura United.
Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat di Jeddah, Mekkah dan Taif. Warga diminta berlindung dan mengikuti arahan resmi.
Freeport Indonesia mengembangkan tambang Kucing Liar di Papua dengan investasi Rp72 triliun hingga 2033 dan target produksi mulai 2029.