Blue Food Jadi Kunci Ketahanan Pangan Indonesia pada 2050
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Tingkat hunian hotel di Sleman melonjak di momen Lebaran ini. Imbauan penundaan mudik yang disampaikan presiden diharapkan dapat membuat tren peningkatan ini terus berlangsung.
Ketua BPC PHRI Sleman, Joko Paromo menerangkan mulanya tingkat hunian hotel pada 20-22 April 2023 di Sleman tergolong masih rendah yakni di kisaran 35 persen. Namun tidak berselang lama, kenaikan okupansi hotel terjadi pada 23 April 2023 ini dengan angka mencapai 75 persen.
"Periode 20-22 April ini masih sepi, okupansi itu kisaran masih 35 persen. Tetapi di satu sisi tanggal 23 April itu sudah naik menjadi kurang lebih 68-75 persen untuk hunian. Jadi naiknya dimulai tanggal 23 April itu okupansi hotel bagus," terangnya dihubungi pada Selasa (25/4/2023).
Kecenderungan tren ini terjadi lantaran pada 20-22 April, banyak masyarakat yang menghabiskan waktu dengan keluarga untuk Salat Id dan bersilaturahmi. Sementara mulai 23 April, sejumlah pemudik baru mulai melakukan liburan pasca berlebaran.
Baca juga: Liburan, Ini Rekomendasi 2 Tempat Wisata Baru di Jogja yang Bisa Anda Kunjungi
Kendati tingkat hunian mengalami kenaikan, Joko memprediksi tren ini akan berlangsung hingga Minggu (30/4/2023) nanti. Setelah itu, tingkat hunian akan mulai mengalami penurunan seiring berakhirnya liburan.
"Kemungkinan ini sih berakhir kurang lebih hari Minggu kemungkinan. Kemungkinan sudah mulai turun lagi, karena tinggal beberapa hari ini. Tinggal empat hari kedepan. Empat hari kedepan hunian hotel masih memprediksi bagus," jelasnya.
Libur lebaran ini dinilai Joko berdampak positif bagi pengusaha hotel dan restoran. Apalagi hampir semua lini ikut merayakan Lebaran. Adanya imbauan untuk menunda mudik diharapkan menjadi sinyal yang bagus bagi hotel dan restoran.
"Apalagi ada imbauan untuk memperpanjang liburan. Sekiranya belum mudik minta mengajukan cuti atau apa," ungkapnya.
Di sektor usaha restoran, Joko menyebut momen lebaran ini berdampak signifkan sekali. Bahkan usaha kuliner di pinggir-pinggir jalan yang menjual makanan khas dan oleh-oleh ramai diserbu pembeli.
Meski menunjukkan tren tinggi Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid menyebut jika kunjungan wisata di Sleman masih belum mencapai puncaknya. Panjangnya masa liburan plus masih adanya libur Hari Buruh membuat puncak kunjungan wisata di Sleman kemungkinan bergeser di akhir pekan nanti.
"Ini belum [puncaknya], masih belum sampai pak season-nya. Masih pada muter-muter syawalan jadi ini mungkin belum sampai puncaknya. Kemarin di Kaliurang sudah ada peningkatan tapi belum seperti yang kita harapkan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai konsultan pajak berperan penting mendampingi wajib pajak dan mendukung optimalisasi pendapatan negara.
Wayah Dalem HB X, RM Drasthya Wironegoro, mengajak generasi muda belajar aksara Jawa dalam Setu Sinau di kawasan Malioboro.
Putra Mahkota Arab Saudi menyampaikan kekhawatiran kepada Donald Trump terkait laporan rencana serangan besar-besaran AS terhadap Iran.
Bank Bantul memeriahkan BCE 2026 dengan layanan perbankan, hiburan, dan dukungan bagi UMKM serta literasi keuangan masyarakat.
Airbus A380 Emirates akan perdana mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada 8 Agustus 2026 untuk mendukung tur pramusim Chelsea vs AC Milan.