Sapi Madura dan Bali Diburu untuk Kurban, Harga Rp25 Juta Paling Dicar
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA–Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X menyebut agar penyalahgunaan tanah karakteristik khusus berupa Tanah Kas Desa (TKD) dan Sultan Grond (SG) ditindak tegas.
Sultan menyatakan selama ini terjadi berbagai macam penyalahgunaan terhadap pemanfaatan tanah tersebut, antara lain tidak mengajukan permohonan izin untuk pemanfaatan tanah tersebut, atau pemanfaatan tanah tersebut tidak sesuai izin.
Menurutnya, pelanggaran tersebut merugikan Keraton Jogja sebagai pemilik tanah tersebut.
“Ya udah kalau itu merugikan, tidak hanya misalnya sekarang yang kami laporkan itu kan sekedar tidak izin dari Gubernur. Tapi kan keraton tanahnya hilang. Dirugikan tidak? Makanya saya meminta keraton menuntut. Karena tanahnya kan dirampok orang kan gitu,” katanya di Kompleks Kepatihan, Kamis (27/4/2023).
BACA JUGA: 4 Warung Kopi Hits di Sleman, Wajib Coba!
Sultan menyampaikan mayoritas penyalahgunaan tersebut dilakukan terhadap TKD.
"Sekarang tidak ada ampun lagi kan gitu. Ya kita tutup, kalau pelanggarannya jelas merugikan, ya kita lapor kejaksaan. Itu dari gubernur. Tapi saya minta keraton juga mengajukan gugatan karena tanahnya hilang dengan disalahgunakan tanpa izin,” tegasnya.
Sementara Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad menyebut selama ini banyak tanah karakteristik khusus yang disalahgunakan.
“Banyak [penyalahgunaan tanah karakteristik khusus]. Nanti secara bertahap [akan ditutup atau disegel],” katanya.
Dalam waktu dekat, menurut Noviar pihaknya akan melakukan penyegelan terhadap tanah karakteristik khusus yang disalahgunakan. “Mungkin minggu depan, di Gunungkidul. Sultan Grond,” katanya.
Terkait dengan tanah tersebut, menurutnya Noviar belum dapat menyebut luas SG tersebut serta peruntukannya. Dia pun tengah melakukan sejumlah proses untuk dapat melakukan penutupan atau penyegelan tanah tersebut mengingat sebelum melakukan langkah tersebut, pihaknya harus melakukan pemanggilan, pembuatan berita acara lalu penutupan atau penyegelan.
Belakangan penyalahgunaan tanah kas desa menjadi kasus yang mencuat di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.