Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi guru ngaji cabuli anak. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus pencabulan terhadap anak kembali terjadi di Sleman. Kali ini dilakukan oleh seorang guru mengaji di Gamping. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sudah 15 anak menjadi korban guru mengaji itu.
Pendamping hukum korban, Petrus Iwan Setyawan, menjelaskan kejadian ini diduga telah terjadi sejak 2016 silam. Baru terungkap pada 2022 lalu setelah salah satu korban menceritakan apa yang dialaminya kepada keluarganya.
BACA JUGA: Muhammadiyah Kutuk Keras Penembakan di Kantor MUI
“Guru ngaji tu mendeteksi [mengelabui] bahwa korban ada indikasi indigo. Guru ngaji mengatakan bisa bahaya untuk hidupnya si korban di kehidupan kemudian hari. Korban iya iya saja. Sampai akhirnya kyai itu menerapkan metode terapi, ternyata dengan berhubungan badan,” ujarnya kepada media, Selasa (2/4/2023).
Dari keterangan para korban, diketahui pelaku menggunakan ancaman dan doktrin dalam menjalankan aksinya. “Dengan ancaman, meja belajar digebrak, doktrin hidup kamu akan sengsara kalau tidak mau melakukan,” katanya.
Kasus ini terungkap ketika korban itu tidak mau lagi mengaji. Ketika ditanya oleh pihak keluarga, ia baru menceritakan perlakuan guru mengajinya, K, 50, terhadap dirinya selama lima tahun terakhir. Dari situ laporan diteruskan ke Ketua RW, Dukuh, Lurah hingga Polsek Gamping pada 12 Januari 2023.
Karena melibatkan anak, kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polresta Sleman, melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak. Sebanyak empat anak dan satu pelaku sudah dipanggil ke Polresta Sleman untuk BAP. Namun karena alasan kesehatan, polisi tidak langsung menahan tersangka.
Kasus ini juga telah ditangani tim dari Kementerian Sosial, yang dari penelusurannya telah menemukan korban-korban lainnya. “Korban awalnya empat, diterusuri tim Kemensos bertambah, kemaren 11, per hari ini menajdi 15. Hari ini juga dua anak diperiksa di RSA UGM,” ungkapnya.
Tersangka baru dijemput polisi dan ditahan pada 20 April lalu, tepat menjelang lebaran. “Karena masyarakat mau main hakim sendiri, informasi itu ditangkap penyidik Polresta, akhirnya 20 April tersangka ditahan,” kata dia.
Hal ini dibenarkan KBO Satreskrim Polresta Sleman, Iptu M. Safiudin. Ia menjelaskan saat ini K sudah ditahan oleh Polresta Sleman. “Sudah. Sudah ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan,” ungkapnya.
Ia belum membeberkan detail kasus tersebut. Namun ia memastikan akan segera merilis kasus ini dalam waktu dekat. “Rencana Kamis besok akan kami rilis,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Jadwal lengkap KRL Solo-Jogja hari ini dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB hingga Stasiun Tugu Yogyakarta.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.