Pemda DIY Belum Terbitkan SE Baru Hantavirus, Warga Diminta Waspada
Pemda DIY belum menerbitkan SE baru terkait hantavirus. Dinkes tetap meningkatkan pengawasan dan mengimbau warga menerapkan PHBS.
Ilustrasi hotel di Jogja./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Hotel-hotel di Jogja dan sekitarnya di DIY yang sempat sepi saat libur Lebaran kini justru mulai ramai. Tingkat hunian atau okupansi hotel hingga akhir Mei bahkan sudah mencapai 80%.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono menyebut okupansi hotel di DIY sudah membaik. Pada Mei 2023, okupansi hotel sudah mencapai 80%.
Tingkat hunian empat anjlok saat libur Lebaran dan mulai tercatat meningkat pada H+4 sampai H+8 lebaran Idul Fitri.
Deddy Pranowo Eryono mengatakan pada periode H-2 sampai H+3 Lebaran tahun lalu hunian hotel mencapai 75%, sedangkan tahun ini hanya 50%. Pada H+4, okupansi meningkat menjadi 75%. Peningkatan drastis terlihat di hotel DIY wilayah tengah dan utara dengan tingkat hunian hingga 90%.
“Ada penurunan dibandingkan tahun lalu. Kami baru menganalisis penyebabnya,” ucapnya, Rabu (26/4/2023).
BACA JUGA: Jogja Tak Seramai Libur Lebaran Tahun Lalu, Ini Penyebabnya
Kini, okupansi malah membaik justru saat libur Lebaran berlalu. “Di DIY ada angin segar bulan Mei ini. Reservasi sampai dengan akhir bulan Mei sudah mencapai 80 persen,” ucapnya, Selasa (2/5/2023).
Okupansi hotel di DIY yang sempat turun menurut Deddy salah satunya imbas dari larangan buka bersama ASN. Larangan itu berbuntut pada banyaknya ASN yang khawatir menginap di hotel saat libur Lebaran. Selain kebijakan pemerintah, banyaknya alternatif hotel di luar Jogja juga menggerus okupansi hotel di pusat wilayah DIY.
“Ada beberapa hotel baru yang buka di Kulonprogo, Sleman, Gunungkidul, sehingga ada penyebaran tamu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY belum menerbitkan SE baru terkait hantavirus. Dinkes tetap meningkatkan pengawasan dan mengimbau warga menerapkan PHBS.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.