Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Polisi menunjukkan HS dan barang bukti kepada wartawan, di Polresta Sleman, Kamis (4/5/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Perbuatan bejat seorang ayah kembali terjadi di Sleman. HS, 40, tega memperkosa anak gadisnya sendiri sejak masih duduk di kelas 5 SD hingga kini telah berusia 16 tahun. HS melakukan perbuatannya di rumah dan penginapan.
Wakasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Eko Haryanto, menjelaskan kejadian ini sudah dimulai sejak 2017 silam. Bermula ketika korban sedang tidur di kamarnya, HS mendatanginya dan memeluk dari belakang sambil meraba-raba tubuh korban.
BACA JUGA: Sudah 20 Anak Jadi Korban Pencabulan Ketua Remaja Masjid di Gamping
HS pertama kali memperkosa korban saat korban kelas 5 SD dan mengakibatkan kelamin korban berdarah. “Selanjutnya perbuatan pelaku terhadap korban terjadi hingga anak SMP kelas 9. Perbuatan ini dilakukan ketika ibu korban bekerja,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (4/5/2023).
Selain di rumah, HS juga pernah memperkosa korban di sebuah penginapan di Pakem sebanyak dua kali. Hal ini terjadi saat HS mengantarkan anaknya mengirimkan tugas ke sekolah. Perbuatan pelaku dapat terungkap setelah korban menceritakannya kepada guru di sekolahnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sleman, Prima Walani, menuturkan korban mengalami perubahan emosi ketika di sekolah. “Selanjutnya dia menceritakan keadaannya ke wali kelas,” ungkapnya.
Pihak sekolah kemudian memeriksakan kondisi medis korban dan selanjutnya melaporkan kejadian ini ke UPTD PPA Sleman, yang kemudian diteruskan ke Polresta Sleman. Setelah mendapat laporan tersebut, upaya hukum langsung dilakukan terhadap pelaku.
BACA JUGA: Parah! Pria di Sleman Perkosa Anak Tirinya Sejak Usia Korban 12 Tahun
Ia menceritakan korban sempat mengalami depresi dan trauma, bahkan sampai melukai dirinya sendiri. “Sampai sekarang dia tidak berani berangkat ke sekolah. Selain itu korban juga menyayat dengan jarum di lengannya,” kata dia.
Hal itu terjadi karena korban merasa malu dan kecewa terhadap ayahnya dan lingkungan sekitarnya. Untuk itu pendampingan psikologis terus dilakukan kepada korban agar dapat memulihkan depresinya dan tidak menyakiti dirinya sendiri.
Adapun HS telah ditangkap sejak 6 Maret 2023 dan saat ini ditahan di Rutan Polresta Sleman. Atas perbuatannya, HS dikenakan Pasal 81 ayat (3) dan Pasal 82 ayat (2) UU RI No. 17/2016 tentang perubahan kedua UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 18 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.