Kecewa, 17 Pengurus PSI Gunungkidul Lompat Pagar ke Nasdem
Sebanyak 17 pengurus PSI Gunungkidul pindah ke NasDem. Mereka mengaku kecewa setelah tak lagi masuk dalam kepengurusan baru PSI.
Pengendara motor melintas di jalan Bobung, Putat, Patuk, Minggu (7/5/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Bobung di Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak akibat sering dilalui kendaraan proyek pembangunan jalan alternatif Gunungkidul-Sleman di wilayah tersebut. Warga berharap kerusakan bisa diperbaiki sehingga tidak mengganggu saat beraktivitas.
Kepala Dusun Bobung, Ari Iswanto mengatakan sejak dimulainya pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman di ruas Bobung-Kedungkandang, aktivitas kendaraan bermuatan material pembangunan jalan meningkat pesat. Hal ini berdampak terhadap kondisi jalan di wilayahnya yang mengalami kerusakan.
Menurut dia, kondisi ini sangat memprihatinkan karena berlubang di jalanan yang berbahaya bagi warga karena rawan terjadi kecelakaan. Adapun kerusakan terparah berada di sekitar jembatan Bobung karena kondisi banyak lubang dan di sisi lain jalurnya berupa tanjakan. “Kemungkinan sering dilalui kendaraan berat pembawa material proyek sehingga rusaknya bertambah parah,” kata Ari, Minggu (7/5/2023).
BACA JUGA: Pemerintah Ambil Alih Penanganan Jalan Rusak di Lampung
Dia berharap kerusakan ini bisa diperbaiki oleh rekanan yang mengerjakan proyek jalur alternatif Gunungkidul-Sleman. Permintaan ini sudah dibuatkan surat resmi yang ditandatangani oleh Lurah Putat.
Inti dari surat ini meminta kepada pelaksana proyek untuk bertanggungjawab. Hal tersebut dikarenakan kerusakan jalan tidak lepas lalu lalang kendaraan proyek yang melintasi jalan di Bobung.
“Kami ingin ada perbaikan dan pelaksana proyek harus memperbaikinya dengan diaspal. Mudah-mudahan bisa direalisasikan,” katanya.
Salah seorang warga Gedangsariyang kebetulan melintas di jalan Bobung, Sumanto mengakui kondisi jalan berlubang dan membahayakan pengendara. “Biar aman harus diperbaiki sehingga jalannya tidak lagi rusak,” katanya.
Sumanto mengaku sering melintas di jalur Bobung dikarenakan merupakan jalan tercepat menuju Kota Jogja. Sebelum dibangun jalan baru penghubung Gunungkidul-Sleman (yang masih dalam proses) harus lewat jalan Nglipar-Sambipitu, namun sekarang bisa lebih cepat adanya jalan baru.
“Meski belum selesai, tetapi sudah membantu karena bisa lebih cepat. Mudah-mudahan dengan jalan baru maka akses semakin mudah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17 pengurus PSI Gunungkidul pindah ke NasDem. Mereka mengaku kecewa setelah tak lagi masuk dalam kepengurusan baru PSI.
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan tak langsung datang ke NTT usai gempa M7,7. Ia tak ingin pejabat daerah sibuk menjemput dan fokus warga terganggu.
KPK menggeledah Rektorat Unsoed dan sejumlah rumah tersangka kasus dugaan korupsi PMB jalur Mandiri. Penyidik menyita dokumen dan bukti elektronik.
DPRD) Klaten menggelar rapat paripurna dengan agenda pemungutan dan penghitungan suara calon Wakil Bupati (Wabup) Klaten sisa masa jabatan 2025-2030
Pemkot Jogja memadukan CKG dengan skrining TB untuk menemukan kasus secara dini, menyasar anak kelompok rentan, kontak erat pasien, dan warga berisiko.
Kemenkes mengungkap kualitas udara sejumlah wilayah Indonesia masuk kategori berbahaya akibat karhutla. Palangka Raya mencatat ISPU 573.