Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Tangkapan layar pesan yang dikirimkan peretas WhatsApp Kustini, Selasa (9/5/2023) pagi/ist Kustini Sri Purnomo
Harianjogja.com, SLEMAN—Nomor WhatsApp Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, diretas sejak Senin (8/5/2023) malam. Peretas menyalahgunakan nomor orang nomor satu di Sleman itu untuk menipu dengan meminta uang.
BACA JUGA: Sempat Diretas, Akun Medsos Bupati Kustini Ditangguhkan
Saat dikonfirmasi, Kustini membenarkan nomor WhatApp miliknya telah diretas. Hal ini baru diketahui pada Selasa (9/5/2023) pagi, ketika ia sudah tidak bisa mengakses WhatApp-nya.
"Saya tahunya pagi tadi. Saat mau buka WA, itu sudah ke-logout. Ini pertama kalinya berhasil diretas. Sebelumnya selalu gagal," ujarnya.
Setelah diperiksa oleh asisten pribadinya, baru diketahui ternyata upaya peretasan sudah dilakukan sejak malam sebalumnya. Hal itu diketahui dari puluhan kode One Time Password (OTP) yang masuk di pesan nomor miliknya.
Peretasan diketahui terjadi menjelang tengah malam.
"Kemungkinan pelaku mengacak OTP-nya. Soalnya di pesan sms nomor saya itu masuk puluhan kode OTP sejak pukul 23.30. Berarti upaya masuknya sejak waktu itu,” katanya.
Peretasan berlanjut dengan pengiriman pesan ke beberapa orang melalui nomor Kustini. Beberapa pihak telah dikirim pesan oleh pelaku yang berisi permintaan sejumlah uang dengan modus untuk diberikan kepada keponakannya.
Kustini mengklarifikasi jika pesan tersebut bukan berasal dari dirinya dan agar penerima pesan mengabaikan pesan tersebut. Ia juga meminta masyarakat dan semua pihak untuk berhati-hati dan menunggu informasi selanjutnya.
Saat ini, upaya pemulihan WhatsApp Kustini sedang diupayakan.
"Ini sedang diperbaiki, semoga bisa diambil alih lagi. Apabila ada masyarakat yang menerima WA dari nomor saya, itu jelas dari penipu," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Gunungkidul ajukan pembangunan 9 jembatan senilai Rp27 miliar. Gantikan crossway rawan banjir demi kelancaran akses warga.
Disbud Bantul angkat sejarah Tan Djin Sing dan Madukismo. Generasi muda diajak memahami jejak Tionghoa di Jogja.
Piala Presiden 2026 libatkan 64 klub dari 38 provinsi. Erick Thohir sebut ajang ini jadi kunci pembinaan sepak bola dari akar rumput.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.