Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pengerjaan konstruksi tol Jogja-Bawen, Selasa (9/5/2023)/Istimewa-Humas JJB
Harianjogja.com, SLEMAN—Progres Jalan Tol Jogja Bawen Seksi 1 Ruas Jogja-SS Banyurejo sepanjang 8,8 km mencapai 36,14% untuk pengerjaan konstruksi dan 64,65% untuk pembebasan lahan. Ditargetkan untuk Seksi 1 di Wilayah DIY keseluruhannya selesai pada 2024.
Salah satu pekerjaan yang sedang dilakukan adalah pekerjaan Jembatan Elevated pada Saluran Mataram, adanya Jembatan Elevated ini di buat agar tidak menggangu aliran sungai sehingga aliran tersebut masih bisa di manfaatkan oleh masyarakat.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), A.J. Dwi Winarsa menjelaskan rencana pemasangan Erection Girder (Instalasi Jembatan) Perdana di lokasi Selokan Mataram pada Bulan Mei 2023.
“Pekerjaan ini merupakan proses pengangkatan gelagar beton yang sudah di produksi sehingga jembatan terpasang di atas sungai mataram,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/5/2023).
BACA JUGA: Update Pembangunan Tol Jogja Bawen, Bakal Dibangun Jembatan Elevated di Atas Selokan Mataram
Untuk kegiatan penambahan lahan di DIY sampai dengan saat ini di tahap pengumuman daftar nominatif dan akan segera dilaksanakan kegiatan penilaian apraisal. Adapun realisasi pembayaran uang ganti kerugian (UGK) ditargetkan bisa selesai pada tahun ini.
Sementara untuk tanah karakteristik khusus di DIY, sampai dengan saat ini sedang berproses dan menunggu diterbitkannya Serat Palilah dan Serat Kekancingan dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. “Sambil menunggu terbitnya Serat Palilah, koordinasi dengan pihak-pihak terkait, pelaksanaan konstruksi Jalan Tol Jogja Bawen tetap diusahakan berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.
Dalam hal kegiatan pengadaan lahan untuk keperluan proyek pembangunan Jalan Tol Jogja Bawen, PT JJB terus berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Jogja Bawen Direktorat Jenderal Bina Marga-Kementerian PUPR, Badan Pertahanan Nasional Kantor Wilayah DIY, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN).
“Pembangunan jalan tol akan tetap memperhatikan aspek historis dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan situs-situs cagar budaya serta purbakala yang berada di wilayah Yogyakarta, dari sisi penghijauan diharapkan Jalan Tol Jogja-Bawen ini bisa mempunyai beautifikasi jalan Tol yang indah sehingga nyaman di lewati oleh pengguna jalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan Pangan Murah Bantul menjual beras premium Rp14.000 per kg dan telur Rp22.000 per kg untuk membantu menjaga daya beli masyarakat.
DPRD Kulonprogo mendorong penguatan pertanian, UMKM, dan usaha lokal agar infrastruktur strategis di Temon berdampak pada ekonomi warga.
DPRD Sleman mengawal aspirasi warga Berbah setelah Jalan Krikilan-Serut diperbaiki usai rusak lebih dari 20 tahun.
Dry ice digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Selatan untuk membantu mengurangi kabut asap karhutla. Simak cara kerja dan perbedaannya dengan gar
KPK menyita empat mobil terkait dugaan korupsi dana siap pakai BNPB, termasuk BMW, AION, dan BYD Atto 3 Superior.