Krisis Air Bersih, Warga Padukuhan di Bantul Ini Kesulitan Mandi dan Minum
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
Para siswa/siswi TK menampilkan marching band di Gor Pangukan, Rabu (18/5/2023)./Harian Jogja-Hadid Husaini
Harianjogja.com, SLEMAN—Lomba marching band bertajuk Cadenza Marching Kids yang diikuti oleh anak-anak TK digelar di Gor Pangukan, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Rabu (18/5).
Total ada 25 TK dari masing-masing wilayah di Sleman dan Jogja mengikuti kejuaraan yang digelar oleh Komunitas Cadenza yang merupakan komunitas wadah bagi para pelatih marching band dan drumben di Sleman.
Anak-anak yang masih menggemaskan tersebut tampak piawai memainkan alat musik perkusi dan melodi meskipun beberapa gerakan masih terbata-bata.
Tak hanya itu, color guard juga tampak pede mengayunkan bendera. Nyaris tak ada keraguan dari mereka untuk tampil di hadapan para penonton. Acara tersebut pun tampak ramai dengan datangnya para orang tua yang melihat putra-putrinya dari atas tribun gelanggang.
Ketua Panitia Cadenza Marching Kids, Radiman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut selalu diadakan dua kali yaitu di pertengahan maupun akhir tahun.
BACA JUGA: Kurangi Kecanduan Gawai, Anak-Anak di Pantai Krakal Diajak Lomba Layangan
Dia ingin dengan perlombaan tersebut guna menyalurkan bakat anak dalam menggunakan alat musik untuk drumben maupun marching band.
“Sebenarnya untuk penilaian lebih kepada analisis terhadap musik melodi dipadukan dengan perkusinya, bagaimana temponya dan perpaduan dengan sage bendera yang ditampilkan,” ujar Radiman kepada Harianjogja.com, Rabu.
Dalam penampilan setiap tim penampil juga terdapat berbagai properti yang menarik dan selalu berbeda. Meskipun tidak ada kewajiban, namun penggunaan properti menurutnya dapat mendukung dengan kesesuaian tema yang dibawakan oleh penampil.
Radiman menyampaikan bahwa di Sleman potensi untuk marching band sudah lumayan bagus. Dia menyampaikan banyak orangtua yang ketika mendaftarkan anaknya kemudian menanyakan apakah di sekolah tersebut terdapat ekstrakurikuler marching band.
Sudah banyak sekali komunitas yang serupa dalam mewadahi kegiatan marching band dan sudah diwadahi dengan kegiatan perlombaan di tingkat kabupaten.
Kendati begitu, marching band di Sleman menurutnya baru hidup kembali setelah vakum sejak sebelum pandemi Covid-19. Itulah sebabnya, dia berharap Cadenza Marching Kids bisa menggairahkan kembali pertunjukan musik padu tersebut.
“Karena kami kan cuma komunitas, kami hanya memberikan sertifikat, tetapi yang lebih penting supaya anak minimal mengetahui temponya dan bagaimana memasukkannya dengan musik. Anak bayangannya pukulannya bebas tapi kami arahkan agar pukulanya bagus ritemnya bagus,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.