Lima Hari Hilang di Hutan Pathuk, Petani Turi Ditemukan Meninggal
Petani asal Turi, Sleman, Gito Sahono Giman, ditemukan meninggal setelah lima hari hilang di Hutan Pathuk. Tim SAR mengevakuasi korban.
Suasana peternakan ayam petelur di Karangsari, Pengasih./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebulan pasca Lebaran, harga sejumlah bahan pokok (bapok) masih stabil tinggi. Terbaru, harga telur ayam di pasaran meningkat cukup signifikan.
Kurangnya produksi telur dan mahalnya harga pakan diduga jadi biang kerok mahalnya harga telur ayam saat ini. "Pasca Lebaran memang ada beberapa bahan yang tidak mau turun atau belum turun. Sebenarnya sempat turun, tetapi naik lagi, seperti misalnya telur," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, Selasa (23/5/2023).
Beberapa bapok yang harganya terpantau masih cukup tinggi di antaranya telur ayam, daging ayam dan beras.
Sementara terkait dengan telur, Mae menyebutkan ada sejumlah faktor yang membikin harga komoditas ini naik cukup signifikan. Faktor pertama ialah kondisi para peternak yang baru melakukan peremajaan ayam petelur. Hal ini menyebabkan produksi telur belum bisa optimal. "Jadi sebagian belum saatnya bertelur, sehingga stok telur di pasaran itu memang berkurang. Jadi baru peremajaan," jelasnya.
Faktor lain yang diduga jadi penyebab mahalnya harga telur yakni naiknya harga pakan. Kenaikan harga pakan khususnya jagung membuat biaya pemeliharaan ayam petelur naik. Muaranya, harga telur ayam yang dijual di pasaran pun ikut meningkat.
Berdasarkan keterangan Mae, rata-rata harga telur ayam di Sleman berkisar antara Rp31.500 - Rp32.000 per kilogram. Bahkan di pasar yang kecil harganya bisa sampai Rp33.000 per kilogram. Padahal biasanya rata-rata harga telur hanya berkisar di angka Rp27.000 per kilogram.
BACA JUGA: Di Bantul, Harga Cabai Rawit Hijau dan Telur Ayam Naik
Melihat kondisi ini, Mae bakal melakukan sejumlah strategi untuk menstabilkan harga telur. Sleman berencana mendatangkan telur dari Blitar sebagai salah satu wilayah penghasil telur. Cara ini diharapkan dapat memenuhi stok kebutuhan telur di Sleman.
"Kemudian juga kami tawarkan ke para pedagang itu untuk membeli telur dari yang memang harganya bisa dijangkau. Jadi upaya ini baru kita laksanakan," ungkapnya.
Di sisi lain, kenaikan harga telur juga berdampak pada daya beli masyarakat. Sejumlah masyarakat beralih ke sumber protein lain seperti tahu, tempe maupun ikan lele yang dinilai harganya masih terjangkau.
"Jadi memang berdampak ya daya beli. Karena kan kemarin mereka telur itu adalah protein yang paling murahlah ibaratnya. Barang agak tinggi [harganya], mereka kembali ke protein yang lain," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani asal Turi, Sleman, Gito Sahono Giman, ditemukan meninggal setelah lima hari hilang di Hutan Pathuk. Tim SAR mengevakuasi korban.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Kuota LPG 3 kg 2026 diprediksi jebol. Hiswana Migas DIY mendorong subsidi tepat sasaran agar pasokan gas melon tetap aman.
Gunung Awu didominasi gempa vulkanik dangkal dan masih di atas normal. Masyarakat diminta tak beraktivitas dalam radius 3 km.
KPK memeriksa mantan Pj Bupati Muara Enim Henky Putrawan sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa.
PMI Bantul mengirim satu personel ke NTT dan membuka donasi untuk membantu kebutuhan dasar korban gempa, seperti makanan dan obat-obatan.