Aduan Warga Meningkat, DPRD Bantul Revisi Perda Ketertiban Umum
DPRD Bantul mulai merevisi Peraturan Daerah (Perda) No. 4/2018 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum Masyarakat.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sentul Budi Kusuma saat meninjau proses land clearing Pasar Sentul yang tengah direnovasi, Selasa (23/5/2023)./Harian Jogja-Triyo Handoko
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan Pasar Sentul tengah memasuki tahap land clearing atau pembersihan lahan dengan merobohkan semua bangunan untuk dibangun ulang nantinya. Paguyuban Pedagang Pasar Sentul menilai semua tahapan sesuai rencana yang telah disepakati bersama.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sentul, Budi Kusuma menjelaskan pembangunan Pasar Sentul akan mulai dilakukan 1 Juni mendatang. “Groundbreaking-nya 1 Juni, sesuai rencana dan kami sangat mendukung sepenuhnya renovasi ini,” ujarnya.
Pembangunan Pasar Sentul, kata Kusuma, sejauh ini sudah sesuai dengan kehendak para pedagang. “Semuanya untuk kesejahteraan pedagang sendiri tentu kami dukung, rencananya juga bagus dimana dibangun tiga lantai jadi semua pedagang akan terakomodasi dengan baik,” katanya.
BACA JUGA: Pedagang Pasar Sentul Sudah Mulai Pindah ke Selter
Budi menyebut Pasar Sentul pertama kali dibangun pada 1985. “Renovasi ini memang diperlukan karena memang sudah tidak layak kondisi sebelumnya, banyak yang bocor, ada pedagang yang berjualan di luar, fasilitas juga terbatas seperti mushola yang sempit dan sanitasi yang sering gangguan. Harapannya masalah-masalah itu terselesaikan dengan renovasi ini,” jelasnya.
Selain renovasi, Budi juga berharap ada penataan pedagang. “Jadi ada semacam zonasi kami harap, misalnya untuk sayur di mana, makanan di mana, sembako mana semuanya tertata rapi, tidak seperti sebelumnya,” terangnya.
Soal kapasitas Pasar Sentul, lanjut Budi, juga sudah sangat cukup lantaran bisa menampung 700-an pedagang setelah nantinya direnovasi.
“Kapasitasnya kami liat lebih dari cukup, sekitar 700 pedagang dapat difasilitasi, sementara ini total pedagang di Pasar Sentul sekitar 500an, nanti kami harap pedagang yang berjualan di pinggir jalan ini juga tertib masuk ke dalam pasar,” tuturnya.
Sementara ini para pedagang berjualan di selter sementara yang berada di Jl. Babaran. “Kondisi selter smentara juga sangat baik, fasilitas lengkap, kami penginnya semakin cepat pembangunan semakin baik agar segera pindah lagi,” ucapnya.
Menurut Budi, pedagang mulai dapat berjualan lagi di Pasar Sentul pada 1 Januari 2024 mendatang. “Tentu kami dapat menunggu dengan sabar, sejak awal juga mendukung renovasi ini maka harus menunggu juga,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mulai merevisi Peraturan Daerah (Perda) No. 4/2018 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum Masyarakat.
ESDM merevisi Perpres Nomor 26 Tahun 2026 untuk memperkuat pengadaan minyak mentah, termasuk keterlibatan BLU dan skema impor dari Rusia.
Dean James membantu Go Ahead Eagles menang 3-2 atas Telstar pada pekan ke-10 Liga Belanda setelah tampil sebagai bek kiri selama 63 menit.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu, 24 Oktober 2026, didominasi cerah hingga berawan. Suhu Kota Jogja diprakirakan mencapai 33 derajat Celsius.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 24 Oktober 2026. Ada enam keberangkatan tiap arah dengan tarif Rp12.000.
Cek jadwal KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini pada 24 Oktober 2026. Tarif mulai Rp12.000.