Bekas Tambang, Aset Baru yang Harus Dipulihkan dengan Desain Tepat
Di DIY, kawasan pascatambang dapat dipulihkan fungsi ekologisnya sekaligus diarahkan menjadi ruang produktif sesuai karakter tapak dan daya dukung lingkungan.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sentul Budi Kusuma saat meninjau proses land clearing Pasar Sentul yang tengah direnovasi, Selasa (23/5/2023)./Harian Jogja-Triyo Handoko
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan Pasar Sentul tengah memasuki tahap land clearing atau pembersihan lahan dengan merobohkan semua bangunan untuk dibangun ulang nantinya. Paguyuban Pedagang Pasar Sentul menilai semua tahapan sesuai rencana yang telah disepakati bersama.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sentul, Budi Kusuma menjelaskan pembangunan Pasar Sentul akan mulai dilakukan 1 Juni mendatang. “Groundbreaking-nya 1 Juni, sesuai rencana dan kami sangat mendukung sepenuhnya renovasi ini,” ujarnya.
Pembangunan Pasar Sentul, kata Kusuma, sejauh ini sudah sesuai dengan kehendak para pedagang. “Semuanya untuk kesejahteraan pedagang sendiri tentu kami dukung, rencananya juga bagus dimana dibangun tiga lantai jadi semua pedagang akan terakomodasi dengan baik,” katanya.
BACA JUGA: Pedagang Pasar Sentul Sudah Mulai Pindah ke Selter
Budi menyebut Pasar Sentul pertama kali dibangun pada 1985. “Renovasi ini memang diperlukan karena memang sudah tidak layak kondisi sebelumnya, banyak yang bocor, ada pedagang yang berjualan di luar, fasilitas juga terbatas seperti mushola yang sempit dan sanitasi yang sering gangguan. Harapannya masalah-masalah itu terselesaikan dengan renovasi ini,” jelasnya.
Selain renovasi, Budi juga berharap ada penataan pedagang. “Jadi ada semacam zonasi kami harap, misalnya untuk sayur di mana, makanan di mana, sembako mana semuanya tertata rapi, tidak seperti sebelumnya,” terangnya.
Soal kapasitas Pasar Sentul, lanjut Budi, juga sudah sangat cukup lantaran bisa menampung 700-an pedagang setelah nantinya direnovasi.
“Kapasitasnya kami liat lebih dari cukup, sekitar 700 pedagang dapat difasilitasi, sementara ini total pedagang di Pasar Sentul sekitar 500an, nanti kami harap pedagang yang berjualan di pinggir jalan ini juga tertib masuk ke dalam pasar,” tuturnya.
Sementara ini para pedagang berjualan di selter sementara yang berada di Jl. Babaran. “Kondisi selter smentara juga sangat baik, fasilitas lengkap, kami penginnya semakin cepat pembangunan semakin baik agar segera pindah lagi,” ucapnya.
Menurut Budi, pedagang mulai dapat berjualan lagi di Pasar Sentul pada 1 Januari 2024 mendatang. “Tentu kami dapat menunggu dengan sabar, sejak awal juga mendukung renovasi ini maka harus menunggu juga,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di DIY, kawasan pascatambang dapat dipulihkan fungsi ekologisnya sekaligus diarahkan menjadi ruang produktif sesuai karakter tapak dan daya dukung lingkungan.
Sebanyak 34 WN Australia dilaporkan hilang setelah banjir bandang di Nepal. Ratusan orang dari berbagai negara juga masih dicari.
Mahasiswa Forum BEM DIY menggelar aksi di Malioboro dan mendesak RUU Perampasan Aset disahkan serta drafnya dibuka ke publik.
Sri Sultan meminta PSIM Jogja mencari revenue baru agar klub lebih mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada pengusaha.
Kemenag membantah isu Nasaruddin Umar mundur sebagai Menteri Agama. Nasaruddin juga menegaskan dirinya tidak pernah mengundurkan diri.
Polresta Sleman menangkap IR, pelaku penembakan airsoft gun terhadap pelajar di Maguwoharjo. Tiga pelaku lainnya masih dicari.