Telkom Perkuat Kesiapan Hadapi Era Komputasi Kuantum
Pemerintah mulai mempercepat langkah antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan siber seiring perkembangan teknologi komputasi kuantum.
Suasana pelatihan petugas lapangan Sensus Pertanian 2023 yang diselenggarakan BPS Kota Jogja di Hotel Kimaya, Selasa (23/5/2023). - Harian Jogja/Triyo Handoko
JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja akan menggelar sensus pertanian pada Juni dan Juli 2023. Persiapan dilakukan BPS Kota Jogja dengan melatih warga untuk menjadi mitra BPS yang akan bertugas di lapangan. Total ada 79 petugas sensus pertanian dari mitra BPS yang dilatih selama empat hari pada Selasa (23/5/2023).
Kepala BPS Kota Jogja, Mainil Asni menjelaskan mitra BPS yang menjadi petugas sensus merupakan warga Jogja yang sebelumnya telah berpengalaman dalam kegiatan sensus. “Semuanya merupakan warga Jogja yang memiliki pengalaman sensus. Mereka kami berikan materi pelatihan selama empat hari agar semakin paham dan sensusnya dapat berhasil,” kata Mainil saat ditemui di sela-sela pelatihan di Hotel Kimaya, Selasa.
Mainil menjelaskan sensus bertujuan untuk mendapatkan data-data pertanian di Kota Jogja yang akan ditindaklanjuti dengan program dan kebijakan yang tepat. “Tujuan sensus ini sangat penting karena mempengaruhi program dan kebijakan yang akan diambil pemerintah terkait dengan pertanian di Kota Jogja, jadi kami harap masyarakat memberikan data yang tepat kepada petugas sensus,” katanya.
BACA JUGA: Bantul Memperketat Pengawasan Tanah Kas Desa
Sensus pertanian, menurut Mainil, dilakukan rutin setiap 10 tahun sekali. “Tentu dalam kurun waktu setahun ini banyak perubahan dalam pertanian di Kota Jogja. Kalau kami lihat saat ini banyak urban farming, di mana banyak kalangan milenial yang menggelutinya, tentu ini perlu dicek ke lapangan untuk mendapat data yang valid,” ujarnya.
Semua wilayah di Kota Jogja, menurut Mainil, akan disensus. “Jumlah petugasnya proporsional, misalnya di Kemantren Umbulharjo yang wilayahnya luas, nanti petugasnya juga banyak,” katanya.
Pelaksanaan sensus pertanian dilakukan 1 Juni hingga 31 Juli 2023. Secara teknis sensus dilakukan menggunakan formulir berbasis online. “Kami harap masyarakat Jogja mau membantu sensus ini dengan memberikan jawaban dan data yang tepat agar arah pertanian juga sesuai dengan realita di lapangan,” tutur Mainil. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah mulai mempercepat langkah antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan siber seiring perkembangan teknologi komputasi kuantum.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.