Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Deretan stan IKM yang ikut menggelar promosi di ajang Gunungkidul Expo 2019 di Gedung Serbaguna Siyono, Playen, Minggu (16/6/2019).dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan mencatat transaksi selama penyelenggaraan Gunungkidul Expo di Taman Budaya Gunungkidul di Kalurahan Logandeng, Playen mencapai Rp1,1 miliar. Selain menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten ke-192, pameran tersebut menjadi ajang untuk pameran potensi daerah.
Sekretaris Dinas Perdagangan Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih mengatakan, penyelenggaraan Gunungkidul Expo berjalan dengan sukses. Selama lima hari penyelenggaraan mulai 26-30 Mei 2023 terus dipadati pengunjung. "Untuk memeriahkan acara, kami juga menyajikan pentas musik ke pengunjung,” katanya, Kamis (1/6/2023).
BACA JUGA: Mulai Hari Ini, SPBU di DIY Terapkan Skema Full Registrant untuk Pembelian Solar Subsidi
Yuniarti mengungkapkan selama penyelenggaraan tercatat ada 100 pelaku UMKM yang mengikuti. Total perputaran uang yang masuk mencapai Rp1.152.754.000. "Total transaksi yang masuk sudah diumumkan pada saat penutupan expo," katanya.
Ditambahkan dia, total transaksi terbanyak dilakukan secara tunai yang jumlahnya mencapai Rp1.135.393.500. Sedangkan transaksi non tunai tercatat sebanyak 17.369.500.
“Penyelenggaraan berjalan dengan sukses. Kami berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam acara. Salah satunya dukungan dari dana keistimewaan untuk Gunungkidul Expo,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro. Menurut dia, acara expo tidak hanya menjadi rangkaian hari jadi Gunungkidul ke-192, namun juga sebagai sarana pamaeran potensi daerah.
Dia menjelaskan, peserta pameran mayoritas didominasi oleh produk UMKM di Gunungkidul yang bergerak di bidang kerajinan dan olahan makanan. Selain itu juga diisi berbagai produk mulai dari perbankan hingga mebel asli karya warga di Bumi Handayani. “Tidak hanya sukses, acara juga berlangsung meriah,” katanya.
Kelik menekankan, kegiatan tidak hanya sebatas acar rutin saat perayaan hari jadi. Namun demikian, sambung dia, pelaksanaan sebagai ajang untuk unjuk kualitas produk dari UMKM di Gunungkidul.
“Sesuai dengan arahan dari Bapak Bupati, UMKM Gunungkidul harus berkembang. Salah satunya bisa menembus ke pasar modern, jadi ajang ini bisa sebagai sarana mengenalkan produk secara luas. Nantinya juga dipilih stand terbaik sebagai pemenang pameran,” katanya.
Keberhasilan penyelenggaraan Gunungkidul Expo, Dinas Perdagangan berencana menggelar acara ini sebanyak dua kali dalam satu tahun. “Masih kami kaji, tapi kami berharap acara pameran potensi daerah ini bisa ditambah penyelenggaraannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.