Petani Bantul Andalkan Sumur Bor Saat Kemarau Mulai Datang
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Petugas menunjukkan sarang tawon vespa berukuran jumbo yang dievakuasi dari dahan pohon di wilayah Dusun Ngoto, Desa Bangunharjo, Kapanewon Sewon Bantul pada Senin (5/6/2023) malam. - ist
Harianjogja.com, BANTUL—Petugas SAR DIY Distrik Bantul mengevakuasi sarang tawon vespa berukuran jumbo di wilayah Dusun Ngoto, Desa Bangunharjo, Kapanewon Sewon Bantul pada Senin (5/6/2023) malam. Sarang tawon seukuran kurang lebih 30 m² itu ditakutkan membahayakan warga sehingga harus dievakuasi.
Anggota SAR DIY Distrik Bantul Pupun Widada menjelaskan, sarang tawon vespa itu dievakuasi dari dahan sebuah pohon yang berdekatan dengan kediaman warga. Masyarakat sekitar khawatir keberadaan tawon itu membahayakan sehingga memanggil petugas untuk melakukan evakuasi.
"Proses evakuasi dimulai dari jam 20.30 WIB dan berakhir jam 22.00 WIB. Kami mulai malam karena sore ada masyarakat yang beraktivitas. Tempatnya di pohon dan rumah jadi kami harus hati-hati," katanya Selasa (6/6/2023).
Total ada sebanyak tujuh personel yang diterjunkan untuk mengevakuasi sarang tawon jumbo itu. Petugas mesti ekstra hati-hati lantaran pergerakan sedikit saja bisa mengganggu tawon untuk keluar dari sarangnya.
BACA JUGA: Bagian dari JJLS, Jembatan Pandansimo Dibangun Tahan Gempa, Begini Penjelasannya
"Kami bersihkan ranting yang ada di sekitar sarang dulu dan menutup lubang pakai kapas yang kami basahi dengan bensin agar tawon yang ada di dalam sarang pingsan. Setelah lubang ditutup dibiarkan 10 sampai 15 menit baru kita evakuasi sarang tawonnya," jelas dia.
Petugas melakukan evakuasi dengan seragam alat pelindung diri lengkap menutup sekujur tubuh. Dua orang bertugas di atas pohon, dua lainnya mengawasi dari bawah dan seorang lainnya mengawasi masyarakat sekitar. Bagi warga yang ingin mengevakuasi sarang tawon di sekitar rumahnya diminta untuk menghubungi SAR DIY Distrik Bantul.
"Kami hanya melayani masyarakat, semua gratis dan tidak dipungut biaya," kata dia.
Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul Irawan Kurnianto menyebut, sepanjang April ada sebanyak 27 operasi tangkap tawon yang dilakukan pihaknya. Jumlah itu belum dihitung dengan operasi yang dilakukan oleh instansi lainnya. Dari jumlah itu ada tujuh korban yang mengalami sengatan tawon.
"Jumlahnya semakin menurun, paling banyak operasi itu pada Januari lalu dengan angka 100 kali operasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.