Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Seorang petani memanen cabai di lahan persawahan di Desa Giripeni, Kecamatan Wates, Senin (29/10/2018). /Harian Jogja-Dok
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 35 petani milenial Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman dikukuhkan. Lewat bantuan Dana keistimewaan (Danais), petani milenial Caturharjo bakal kembangkan budidaya tanaman cabai dan menargetkan bisa panen empat ton.
Lurah Caturharjo, Agus Sutanto, menjelaskan program petani milenial di Caturharjo merupakan hasil bantuan Dana Keistimewaan DIY. Adapun total bantuan yang diterima petani milenial Caturharjo mencapai Rp388 juta rupiah. Selain bakal membudidayakan tanaman cabai, bantuan danais yang diperoleh petani milenial Caturharjo rencananya juga bakal dipakai untuk pengembangan peternakan kambing.
Petani milenial Caturharjo nantinya bakal membudidayakan tanaman cabai di atas lahan Tanah Kas Desa (TKD) seluas 3000 hektare. Mereka menargetkan produksi empat ton cabai dari praktik budidaya cabai yang dilakukan.
"Target kami kalau hasilnya bagus bisa menghasilkan empat ton cabai. Selain cabai, bantuan Dana Keistimewaan juga kita gunakan untuk mengembangkan peternakan kambing," jelasnya pada Selasa (6/6/2023).
Baca juga: Mengenal Museum Dewantara, Museum yang Koleksinya Dirusak Massa Tawuran
Dalam pengukuhan petani milenial tersebut dilakukan juga penanaman cabai secara simbolis yang dihadiri Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) DIY, KPH. Yudanegara dan Wakil Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Hery Sulistio Hermawan.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang mengukuhkan para petani milenial Caturharjo menuturkan adanya program ini diharapkan dapat membantu ketahanan pangan di Sleman maupun di DIY. "Diharapkan juga kesejahteraan masyarakat di Caturharjo ini meningkat, dan mengurangi angka kemiskinan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.