Identitas 11 Bayi di Pakem Sleman Masih Ditelusuri
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Jemaah calon haji Kulonprogo sebelum diberangkatkan, Kamis (16/6/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Waktu keberangkatan jemaah calon haji (Calhaj) di Kabupaten Kulonprogo mundur satu hari. Perubahan juga terjadi terhadap jumlah jemaah dalam kelompok yang akan berangkat Kamis (8/6/2023).
BACA JUGA: Pemberangkatan Jemaah Haji Kulonprogo dalam 3 Kloter
Kepala Kantor Kemenag Kulonprogo, Wahib Jamil mengatakan terdapat perubahan jadwal keberangkatan kelompok pertama dari yang semula direncanakan tanggal 7 Juni menjadi 8 Juni 2023.
“Keberangkatan jemaah calon haji mundur sehari. Jadinya untuk kelompok pertama sebanyak 254 jemaah berangkat melalui kloter 49 tanggal 8 juni 2023 pukul 03.00 WIB dan akan tiba di Asrama Donohudan dari Kulonprogo sekitar pukul 06.00 WIB,” kata Wahib dihubungi pada Rabu (7/6/2023).
Pada hari yang sama, kelompok kedua sebanyak sembilan orang akan berangkat dari Kulonprogo pukul 11.30 WIB. Dengan begitu rombongan yang masuk kloter 52 tersebut akan sampai di Asrama Donohudan sekitar pukul 15.00 WIB. Jumlah tersebut mengalami perubahan dari yang sebelumnya direncanakan sebanyak 23 jemaah.
Kemudian, sebanyak empat orang yang masuk kloter 54 akan berangkat pada Jumat (9/5/2023) pukul 05.30 WIB dari Kulonprogo dan akan sampai di Asrama Donohudan sekitar pukul 09.30 WIB.
“Alasan kenapa yang kloter 52 sebelumnya ada 23 orang berubah menjadi sembilan orang itu karena saat diputuskan pra manifes untuk kloter 52 baru ada sembilang orang yang visanya sudah fix jadi. Akhirnya empat belas jemaah sisanya harus menunggu visa jadi,” katanya.
Terang Wahib, per tanggal 7 Juni 2023 pukul 13.00 WIB, visa keempat belas jemaah tersebut sudah jadi. Namun, mereka tidak dapat berangkat bersama kloter 52 dan masih menunggu penjadwalan dari Embarkasi Solo bersama tujuh jemaah lain. Dengan begitu terdapat total 21 orang belum masuk kloter dan penjadwalan. Sampai saat ini, Kantor Kemenag Kulonprogo masih menunggu penjadwalan tersebut.
“Kalau yang kloter 54 dengan jumlah empat orang jamaah itu sebelumnya merupakan jemaah dari Bantul. Tapi karena mereka belum siap berangkat, karena sakit, maka diisi dari jemaah Kulonprogo. Berarti kloter yang sudah pasti akan berangkat adalah kloter 49, kloter 52, dan kloter 54,” ucapnya.
Sebelumnya, para calon jemaah Haji Kabupaten Kulonprogo mengikuti acara Pamitan Calon Jemaah Haji Kabupaten Kulonprogo di Aula Adikarto, Kantor Pemkab Kulonprogo pada Selasa (23/5/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengimbau agar calon jemaah haji dapat menjaga kesehatan fisik dengan istirahat cukup dan menjaga pola makan.
Made menambahkan, beberapa persyaratan protokol kesehatan harus dipenuhi secara ketat oleh para calon jemaah Haji. Hal tersebut perlu dilakukan demi kenyamanan dan keamanan para calon jamaah haji mulai dari keberangkatan hingga waktunya pulang kembali ke Indonesia.
"Maka dari itu, Bapak dan Ibu diharapkan tetap dapat menjaga kesehatan fisik, istirahat yang cukup dan menjaga pola makan dengan baik. Hal yang tidak kalah pentingnya saya memohon dido’akan, agar segala aspek pembangunan di Kabupaten Kulonprogo dapat berjalan dengan baik dan lancar dan membawa kebaikan serta manfaat bagi masyarakat Kabupaten Kulonprogo," kata Made.
Lebih jauh Made menambahkan dengan adanya keberaan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), maka dapat memajukan dan menyejahterakan Kulonprogo, sehingga pada tahun-tahun mendatang utamanya masyarakat Kulonprogo dapat berangkat haji melalui Embarkasi sendiri.
“Dengan begitu kan tidak perlu lagi ke Embarkasi yang lebih jauh,” katanya.
Made juga menjadi salah satu jemaah calon Haji yang akan berangkat melalui kloter 50 DIY. Dengan begitu kepemimpinan Kabupaten Kulonprogo saat ini dijabat sementara oleh Pelaksana Harian (Plh) sampai dengan berakhirnya masa cuti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.