Urus Paspor Kini Bisa di Gunungkidul, Tak Perlu ke Kota Jogja
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Kondisi Pantai Baron, Gunungkidul, Sabtu (11/8/2018)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinasi Pariwisata Gunungkidul memiilik tugas berat untuk memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp28 miliar di tahun ini. Pasalnya, hingga pertengahan tahun pendapatan yang dikumpulkan baru mencapai Rp8.060.434.385.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, upaya memaksimalkan PAD dari retribusi masuk kawasan wisata terus dilakukan. Meski demikian, prosesnya masih membutuhkan kerja keras karena capaian masih butuh peningkatan.
Menurut dia, hingga Jumat (9/6/2023), pendapatan yang terkumpul baru sekitar Rp8,06 miliar. Jumlah ini masih jauh dari target PAD sebesar Rp28 milair yang dibebankan harus tercapai di 2023.
BACA JUGA : Tahun Ini Sektor Pariwisata di Gunungkidul Akan Semakin
“Kami terus berupaya memaksimalkan PAD dari sektor pariwisata,” katanya.
Hary mengakui sudah menyiapkan beberapa langkah guna mengoptimalkan PAD. Selain berharap adanya peningkatan kunjungan wisata pada saat liburan, juga ada upaya menambah personel pemungutan agar lebih maksimal.
“Tentunya kami terus lakukan monitoring serta upaya promosi wisata secara berkelenjutan. Tujuannya, agar dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini.
Dia menambahkan, hingga sekarang total kunjungan wisata sebanyak 1.096.399 orang. Adapun sebaran masih didominasi kunjungan wisata ke kawasan pantai.
“Memang ada yang datang ke destinasi wisata nonpantai, tapi jumlahnya tidak sebanyak di pantai-pantai di Gunungkidul,” katanya.
Hary berharap dengan adanya pembangunan infrastruktur yang sebentar lagi selesai, dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan wisata. Proyek pembangunan yang sedang berjalan di antaranya penyelesaian Jalur Jalan Lintas Selatan dan exit toll di kawasan Prambangan yang bisa langsung terhubung ke Gunungkidul.
“Targetnya selesai akhir tahun ini. Mudah-mudahan bisa memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan wisata karena akses jadi semakin mudah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.