Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi wisuda mahasiswa. (Reuters/Fabian Bimmer)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Akhir-akhir ini heboh terkait dengan mahalnya biaya kegiatan kelulusan atau wisuda jenjang TK dan SD tidak hanya viral di media sosial. Keluhan serupa ternyata juga terjadi di Gunungkidul.
Hal ini salah satunya disampaikan oleh Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sugiyanti. Ia mengaku sudah mendapatkan banyak keluhan dari wali murid berkaitan dengan pelaksanaan wisuda sekolah.
“Di medsos sudah ada yang mengadu ke Menteri Pendidikan. Ternyata keluhan serupa juga ada di Gunungkidul,” kata Ery, Jumat (16/6/2023).
BACA JUGA : Tahun Lalu Kosong, Tahun Ini Hanya 2 Siswa yang Daftar
Menurut dia, keluhan yang disuarakan oleh wali murid karena kegiatan perpisahan tersebut membutuhkan biaya besar. Sebagai contoh, untuk wisuda tingkat SMP ada penarikan iuran dari komite sekolah sebanyak Rp350.000 per anak.
“Ada suratnya tentang iuran ini. Malahan ada sekolah yang mengadakan wisuda di hotel dan itu terjadi di Gunungkidul,” katanya.
Adanya fenomena ini, Ery mengakui jangan sampai dijadikan tren. Pasalnya, kegiatan yang terlaksana kurang bermanfaat dan lebih menjurus ke hura-hura atau hedonisme. “Setahu saya wisuda dulu kalau lulus kuliah, tapi sekarang dilaksanakan mulai dari TK hingga SMA,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan kegiatan lulusan bisa lebih dikemas sederhana dan tidak mengeluarkan banyak anggaran. Terlebih lagi, pada saat penerimaan peserta didik baru untuk melanjutkan sekolah juga membutuhkan banyak biaya.
BACA JUGA : PPDB di Gunungkidul Masih Didominasi Jalur Zonasi
“Daripada untuk wisuda, mending dipergunakan persiapan untuk melanjutkan sekolah. Ini akan lebih bermanfaat,” katanya.
Hal tak jauh berbeda disuarakan oleh Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul dari Fraksi PKS, Ari Siswanto. Menurut dia, acara kelulusan sekolah tidak harus dilakukan secara mewah karena terpenting bisa memberikan kesan bagi anak-anak.
Salah satu upaya tersebut bisa dilakukan dengan menampilkan potensi para siswa untuk berani tampil di khalayak umum. Selain itu, bisa diisi dengan kegiatan motivasi dan lain sebagainya. “Ya kalau berlebihan jelas tidak baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.