Geely Buka Dealer di Jogja, Bidik Penjualan hingga 60 Unit per Bulan
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
Suasana SD Negeri Banyurejo 4, Kamis (16/06/2022)./ Anisatul Umah-Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN-Kekurangan peserta didik banyak terjadi di Sleman Barat, khususnya sekolah dasar (SD) berstatus negeri. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Negeri Banyurejo 1 dan Plt Kepala Sekolah SD Negeri Banyurejo 4, Ismana.
Dia menyebut di SD Negeri Banyurejo 4 jumlah siswa yang mendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 hanya 2 siswa. Ini masih lebih baik dari kondisi tahun lalu yang sama sekali tidak ada pendaftar.
"Tahun lalu kosong [pendaftar]. [kelas tidak kosong] masih ada dua anak karena enggak naik kelas," ujarnya kepada Harian Jogja, Kamis (16/6/2022).
Sementara untuk SD Negeri Banyurejo 1 tahun ini jumlah pendaftarnya mencapai 18 siswa. Naik dibandingkan tahun lalu yang hanya 9 siswa. Menurutnya tahun lalu pendaftar sedikit karena masih gonjang ganjing dampak pembangunan tol.
"Wilayah gugus kami kan ada tujuh gugus, ada tujuh sekolah yang kami sudah dapat info di antaranya SD Kapukanda dapat 10 siswa, SD Ngabean 2 kalau enggak salah ada 18 kemarin. Ngabean 1 ada 15, kemudian MI Nurul Huda ada 15 siswa, dan SD N Banyurejo 4 hanya dua siswa," jelasnya.
Baca juga: PPDB 2022: Ribuan Pelajar dari Luar Derah Berebut Sekolah ke DIY
Dia menjelaskan penurunan jumlah siswa ini karena anak usia sekolah di lingkungannya tidak banyak. Menurutnya untuk memenuhi kuota siswa di wilayah Sleman Barat memang sulit.
"Kendalanya adalah jumlah calon peserta didik yang tidak ada. Sangat-sangat turun, mungkin faktornya berhasil keluarga berencana [KB]," jelasnya.
Lalu mengenai penggabungan atau regrouping menurutnya menjadi hak dari Dinas. Dan berdasarkan informasi yang dia dapat, untuk melakukan regrouping ini tidak mudah, karena banyak sekali pertimbangannya.
"Salah satunya selama masyarakat tidak menghendaki regrouping dan aktif belajar mengajar kenapa harus regrouping," tuturnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Sleman, Sri Adi Marsanto mengatakan sekolah yang minim pendaftar memang rata-rata terjadi di SD Negeri, khususnya yang berada di daerah pinggiran.
Sementara untuk SMP Negeri dari 54 SMP Negeri yang ada di Sleman jumlah pendaftarnya masih sesuai dengan kuota.
"SD Negeri total ada 374 di Sleman, kalau ada potensi yang minim. Tapi tepatnya dua hari lagi saya infokan," ungkapnya.
Menurutnya sekolah yang minim pendaftar biasanya berkaitan dengan letak geografis seperti di perbatasan. Dari tinjauan lapangan yang pernah dilakukan, jumlah pendaftar sekolah minim di daerah perbatasan Prambanan dan Klaten.
"Dan ada juga sekarang itu, kecenderungan dari TK juga menurun," jelasnya.
Regrouping
Dia menyebut regrouping sekolah di Sleman terakhir dilakukan sekitar tiga tahun lalu untuk sekolah SD Negeri. Sementara untuk tahun ini menurutnya belum ada potensi atau rencana untuk regrouping.
"Untuk tahun ini kita belum ada satu rencana, artinya 374 SD Negeri masih eksis. Ada beberapa sebab regrouping salah satunya minim siswa," tuturnya.
Ia mencontohkan, misalnya ada satu sekolah dalam tiga tahun muridnya hanya sepuluh, sementara batasannya adalah 28. Sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi tidak efektif.
"[pendaftar minim] tergantung batasan, misalnya di bawah 30 atau di atas 30, atau di bawah 60. Kalau memang sangat terjadi keminiman siswa dalam dua tahun, kita lakukan rencana regrouping," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme di enam provinsi. Mereka diduga terkait jaringan Daulah Islamiyah dan menjalani pelatihan.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Hyundai membatalkan peluncuran Ioniq 3 di Australia karena biaya impor tinggi. Harga mobil listrik itu dinilai sulit bersaing.
JNE mendukung kolaborasi MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun melalui koleksi batik “Menemani” dalam menyambut Hari Batik Nasional 2026.
Kejurkab Taekwondo Kulonprogo 2026 resmi digelar di GOR SMK Negeri 2 Pengasih yang menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan bibit atlet muda potensial guna