HUT Kota Jogja ke-270, Maswil Rilis Lagu Kamu itu Jogja Istimewa, Begini Liriknya
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Ilustrasi wisuda kelulusan SD./Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja mengingatkan kepada satuan pendidikan dalam hal ini sekolah agar tidak menggelar acara wisuda kelulusan untuk jenjang TK hingga SMP di Kota Jogja.
"Jika membebani orangtua, acara wisuda kelulusan sebaiknya dihentikan," kata Baharuddin Kamba, Anggota Forpi Kota Jogja, Sabtu (17/6/2023).
BACA JUGA: Heboh Acara Wisuda Lulusan Sekolah Dasar dan Menengah, Dinas: Tidak Ada Aturannya!
Menurut Forpi Kota Jogja, acara wisuda kelulusan yang digelar secara berlebihan, misalnya digelar di hotel atau gedung mewah, telah membebani orang tua siswa. Pasalnya bagi siswa tersebut yang ikut, diwajibkan membayar guna acara wisuda dapat terlaksana.
"Acara wisuda di jenjang sekolah ini banyak dikeluhkan orangtua, karena memberatkan sejumlah orangtua siswa," tandasnya.
Jika tidak memberatkan orangtua siswa, kata Kamba, maka acara wisuda sah-sah saja digelar. Namun jika dianggap memberakan orangtua siswa karena biayanya mahal, maka hentikan kegiatan wisuda kelulusan siswa.
Harapan Forpi Kota Jogja dengan adanya Surat Edaran dari Disdikpora Kota Jogja terkait dengan kegiatan wisuda kelulusan siswa tidak diwajibkan maka sekolah harus mengikutinya. "Surat edaran tersebut tidak sekadar "woro-woro". Apalagi dijadikan bungkus kacang rebus atau goreng," kritiknya.
Dia mengusulkan anggaran wisuda sekolah digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti untuk biaya melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. "Sebab saat masuk sekolah di jenjang lebih tinggi, juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Misalnya, biaya seragam sekolah dan kebutuhan lainnya," katanya.
Apabila ada orangtua siswa yang merasa keberatan terkait biaya wisuda kelulusan, dapat menyampaikan ke Sekretariat Forpi Kota Jogja, Komplek Balaikota Jogja. Atau melalui nomor WA 081393132707.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Kemenkes membantah narasi Menkes Budi Gunadi Sadikin sesak napas saat memakai tabung oksigen di Palangka Raya dan menjelaskan tujuan kunjungannya.
Serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Sanaa, Yaman, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 14 lainnya.
BNPB memantau karhutla di Way Kambas yang berdampak pada 7.000 hektare lahan. Pemadaman terkendala gambut, angin, dan keterbatasan air.
Survei IPO dua tahun Kabinet Merah Putih menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai menteri paling diingat publik dengan angka top of mind 37,5%.
Ganjar Pranowo mengajak kader PDIP Jogja mendengarkan aspirasi Gen Z serta meneladani semangat Bung Karno dalam membaca, berdiskusi, dan berpolitik.