Pariwisata Sleman Hadapi Tantangan Jalan Tol, DPRD Minta Strategi Baru
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
Penampilan seni ABK di Taman Budaya. /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulonprogo mengimbau agar para sekolah dan guru mulai dari jenjang SD sampai SMP memperhatikan dan melayani anak berkebutuhan khusus (ABK).
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan imbauan kepada para guru tersebut telah diberikan melalui bimbingan teknis yang diadakan setiap tahun.
“Kami setiap tahun mengadakan semacam bimbingan teknis untuk guru-guru SD dan SMP. Tujuannya agar bisa memfasilitasi pelajar berkebutuhan khusus secara lebih baik. Sasarannya juga berbeda-beda. Jadi sudah lebih dari sekadar imbauan,” kata Arif dihubungi pada Sabtu (17/6/2023).
BACA JUGA : Tak Boleh Menolak Layani Siswa ABK, Guru Diberi Pelatihan
Anak berkebutuhan khusus menurut Arif memiliki kemampuan yang berbeda-beda, anak yang memiliki kelebihan bidang seni maupun di bidang akademis. Dia memberi contoh seorang pelajar di Sekolah Dasar Kutogiri, Padukuhan Parakan, Kalurahan Sidomulyo, Pengasih, Kulonprogo.
Pelajar yang sempat ramai dibicarakan di media sosial karena tinggal terisolasi di dalam hutan tersebut, menurut Arif justru lebih menonjol dalam bidang seni dibandingkan dengan akademis.
“Pelajar tersebut merupakan anak berkebutuhan khusus. Dia kan tinggal jauh dari permukiman. Dengan begitu jarang bergaul dengan teman sebayanya. Sosialisasinya terbatas lah. Paling hanya bersosialisasi ketika di sekolah, sedangkan di rumah tidak punya teman,” katanya.
BACA JUGA : Pendidikan ABK Butuh Dukungan Semua Pihak
Minimnya sosialisasi dengan orang, menurut Arif akan menghambat seseorang untuk belajar pengetahuan secara lebih luas. Apabila seorang guru dapat mendeteksi kemampuan khusus dalam diri pelajar, maka kata Arif kemampuan tersebut dapat dikembangkan dengan maksimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
Kementerian PU mendapat anggaran 2027 Rp114,59 triliun. Konektivitas jalan dan jembatan menjadi sektor dengan alokasi terbesar.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Sepekan dikelola KAI Commuter, KA Bandara YIA melayani hingga 8.000 penumpang per hari saat akhir pekan dengan 50 perjalanan.
Volume sampah Sleman mencapai 15.429 ton hingga pertengahan September 2026. DLH mewaspadai risiko kebakaran saat musim kemarau.
Onsen Resort Kaliurang menghadirkan konsep akomodasi yang memadukan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang di kawasan lereng Gunung Merapi, Sleman