Diduga Keracunan MBG, Siswa 11 Tahun Dirawat di RSUD Trenggalek
Siswa 11 tahun diduga keracunan setelah menyantap MBG di Trenggalek. Ia sempat diare lebih dari 10 kali dan muntah hingga tujuh kali.
Sekda Bantul Agus Budi Raharja
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul meminta generasi muda agar melestarikan budaya yang telah diwariskan para leluhur.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Prioritaskan Pembangunan Kesehatan
"Kabupaten Bantul sebagai salah satu penyangga budaya DIY tentunya banyak karya adiluhung kebudayaan yang telah diwariskan kepada kita, sehingga harus terus dilestarikan," kata Sekretaris Daerah Bantul Agus Budi Rahardjo dalam keterangan tertulis Pemkab Bantul, Minggu (18/6/2023)
Salah satu upaya yang dilakukan untuk melestarikan budaya tersebut, yakni dengan kegiatan Pesona Budaya Nusantara berkolaborasi dengan Pemda DIY, di Anjungan Yogyakarta Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pada 16-17 Juni 2023.
"Apresiasi kepada Pemda DIY dan Badan Penghubung Daerah DIY yang memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada Bantul untuk mengisi kegiatan yang memiliki peran strategis dalam pelestarian dan pengenalan budaya serta potensi Bantul," katanya.
Menurut dia, budaya Ngayogyakarta Hadiningrat tidak terkecuali yang ada di Kabupaten Bantul adalah ciri khas dari DIY dengan berbagai keanekaragaman adat istiadat yang ada.
"Kita harus bangga atas keberagaman tersebut, karena semua itu adalah kekayaan yang tidak dimiliki oleh bangsa lain dan tidak ternilai harganya. Saya percaya bahwa leluhur telah mencurahkan cipta, rasa, dan karsa sebagai pedoman dan bekal untuk hidup kita di masa yang akan datang," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, sudah menjadi tugas bersama untuk melestarikan budaya tersebut, tentunya dengan tujuan agar dinikmati oleh generasi pada masa masa yang akan datang.
"Budaya adalah salah satu medium untuk memanusiakan manusia, dengan budaya hidup menjadi indah sehingga manusia dapat merasakan tatanan kehidupan hamemayu hanuying bawana (membuat dunia menjadi indah)," katanya.
Sekda Bantul mengatakan, kegiatan Pesona Budaya Nusantara 2023 yang diramaikan dengan festival kuliner mataraman dan bazar UMKM, serta ditutup dengan penampilan tarian khas dari Bantul dan DIY diharapkan dapat menjadi sarana aktualisasi seni budaya.
"Selain itu, juga menjadi pengungkit peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bantul dan DIY pada umumnya, juga menjadi media promosi bagi potensi wisata, UMKM dan industri kreatif Kabupaten Bantul," katanya.
Dia berharap pesona budaya itu menjadi wahana yang membuka kembali jendela wawasan Nusantara khususnya bagi generasi milenial, karena kreasi kultural bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga upaya pengayaan wawasan tentang kebudayaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Siswa 11 tahun diduga keracunan setelah menyantap MBG di Trenggalek. Ia sempat diare lebih dari 10 kali dan muntah hingga tujuh kali.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k
Media Vietnam Soha menyoroti kemerosotan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia usai meninggalkan Eropa. Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino
Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk FYP (For Your People) di TBY, Kota Jogja, yang telah dibuka pada Jumat (14/8/2026) sore hingga 23 Agustus mendatang
Harga tiket pesawat ke Jepang diprediksi lebih murah mulai September 2026. ANA dan JAL turunkan biaya tambahan bahan bakar jadi Rp3,69 juta, lebih hemat Rp1,4 j
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep