Cegah Kenaikan Harga Jelang Iduladha, Pemkab Kulonprogo Gelar Pasar Murah

Newswire
Newswire Senin, 26 Juni 2023 12:17 WIB
Cegah Kenaikan Harga Jelang Iduladha, Pemkab Kulonprogo Gelar Pasar Murah

Ilustrasi penjualan sembako / Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo, bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional menggelar pasar murah di Lapangan Pasar Lama Sentolo untuk mencegah kenaikan harga menjelang Iduladha1444 H.

BACA JUGA: Ini Fokus Triyono Usai Resmi Jabat Sekda Kulonprogo

Pelaksana Harian Bupati Kulon Progo Triyono di Kulonprogo, Senin (26/6/2023), mengatakan pasar murah pangan dalam rangka menstabilkan harga pangan strategis mulai dari beras, telur, gula, minyak dan terigu yang dibutuhkan masyarakat.

"Pasar murah ini bertujuan agar harga pangan terjangkau, apalagi menjelang Hari Raya Iduladha," kata Triyono.

Ia mengatakan khusus di Kulon Progo, pasar murah dipusatkan di Lapangan Sentolo dengan melibatkan Perum Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia, asosiasi peternak ras, gabungan kelompok tani (gapoktan) dan kelompok wanita tani.

Harga telur yang dijual di pasar murah ini di bawah harga kandang. Beras juga jauh dari harga pasar dari Rp12 ribu per kilogram dijual Rp10 ribu per kilogram.

"Pasar murah ini menjelang hari raya besar, harga kebutuhan pokok tidak melambung tinggi," katanya.

Lebih lanjut, Triyono mengakui bahwa beberapa waktu terakhir ini, daya beli masyarakat mengalami penurunan. Masyarakat juga mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok di tingkat pasar.

Harga telur tembus di atas Rp32 ribu per kilogram, dan daging ayam potong di atas Rp40 ribu per kilogram.

"Untuk mengantisipasi harga kebutuhan pokok tidak terlalu tinggi, kami melakukan gerakan pasar murah," katanya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Trenggono mengatakan pasar murah ini didukung Badan Pangan Nasional, Bulog DIY, RNI, gabungan kelompok tani dan Asosiasi Peternak Ras Kulon Progo.

Adapun stok kebutuhan pokok yang disediakan Bulog, yakni minyak goreng sebanyak 960 liter, beras 500 kilogram, gula 1,2 ton dan terigu 120 kilogram.

Kemudian, gabung kelompok tani (gapoktan) menyiapkan delapan ton beras premium dengan harga Rp50 ribu per lima kilogram atau Rp10 ribu per kilogram. Kemudian, Asosiasi Peternak Ras Kulon Progo menyiapkan 800 kilogram. Harga telur Rp27 ribu per kilogram.

"Kami berharap gelar pasar murah ini dapat membantu meringankan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan. Sehingga inflasi menjelang Idul Adha dapat terkendali," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online