Kasus Pemerkosaan Gadis Disabilitas di Gunungkidul Terungkap
Kasus pemerkosaan gadis disabilitas di Gunungkidul terungkap. Dua pelaku ditangkap dan terancam hukuman hingga 12 tahun penjara.
Ilustrasi dropping tangki air milik BPBD Gunungkidul./Istimewa-BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mencatat lima kapanewon sudah terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini. Total bantuan air bersih yang disalurkan hingga sekarang sudah mencapai puluhan truk tangki.
Sekretaris BPBD Gunungkidul, Subarno mengatakan kapanewon terdampak kekeringan saat ini meliputi Saptosari, Ponjong, Semanu, Purwosari dan Gedangsari. Jumlah itu diperkirakan akan bertambah seiring memasuki puncak musim kemarau pada Agustus mendatang. “Datanya masih bisa bertambah. Hingga sekarang jumlah total warga terdampak ada 12.299 jiwa,” kata Subarno, Kamis (20/7/2023).
Menurut dia, upaya penyaluran bantuan air bersih terus dilakukan. Tahun ini, BPBD mengalokasikan sekitar 1.000 tangki, hingga sekarang yang tersalurkan sebanyak 44 tangki. “Masih ada kuota, tapi untuk permintaan bantuan harus ada permohonan resmi dan melalu proses verifikasi. Langkah ini agar bantuan tepat sasaran,” kata Subarno.
BACA JUGA: Kekeringan, Dinas Sosial Bantul Rutin Kirim Air Bersih ke Dlingo
Ia menambahkan, bantuan tidak hanya dilakukan oleh BPBD Gunungkidul. Pasalnya, sejumlah kapanewon juga memiliki anggaran untuk penyaluran bantuan secara mandiri. “Kami terus lakukan pendataan terkait dengan warga terdampak kekeringan,” katanya.
Senada, Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono memprediksi warga yang berada di wilayah pesisir seperti Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Paliyan, Panggang dan Purwosari akan mulai mengajukan bantuan air bersih. Memasuki Agustus, jumlah terdampak masih bertambah karena kapanewon seperti Gedangsari, Nglipar, Patuk dan Ponjong juga memerlukan bantuan. “Upaya pendataan warga terdampak terus dilakukan,” katanya.
Mantan Panewu Purwosari menambahkan untuk penanganan tidak hanya melalui BPBD Gunungkidul. Pasalnya, ada 11 kapanewon yang memiliki anggaran dropping secara mandiri. Selain itu, juga ada bantuan dari pihak swasta. “Bantuan air bersih hanya bersifat sementara. Sebab, program jangka panjangnya akan mengoptimalkan sumber sungai bawah tanah guna memenuhi kebutuhan air bersih di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus pemerkosaan gadis disabilitas di Gunungkidul terungkap. Dua pelaku ditangkap dan terancam hukuman hingga 12 tahun penjara.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.